Me Li Ten Sen Hua, Kisah Cinta Dua Manusia

Para anggota Hoo Hap Hwee berdoa sebelum acara Mooncake Festival berlangsung, di Kelenteng Poncowinatan, Senin (24/9). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
22 November 2018 09:30 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Paguyuban Hakka Yogyakarta meriahkan malam Zhong Qiu Jie atau Mooncake Festival 2018 di Klenteng Tjen Ling Kiong Poncowinatan, Jogja dengan mempersembahkan tarian Mei Li Te Sen Hua, bulan lalu. Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang menceritakan kisah cinta antardua manusia.

Bagian kesenian Peguyuban Hakka Yogyakarta, Tjhin Fie Chen mengatakan Paguyuban Hakka Yogyakarta sengaja memilih tarian Me Li Te Sen Hua. Tarian yang menceritakan sesuatu yang indah, yakni kisah cinta antara dua manusia yang tidak terpisah dan tak berubah meski ada rintangan yang menghalangi mereka.

"Kali ini kami hanya tampil dengan enam penari. Seharusnya tarian ini ditarikan oleh banyak orang, tetapi karena banyak yang sedang bepergian untuk acara Hakka ke luar kota," katanya dalam rilis, Rabu (21/11).

Thjin pemilihan tarian ini bermula dari permintaan panitia Zhong Qiu yang meminta setiap komunitas untuk mengisi rangkaian acara perayaan Mooncake Festival 2018 ini. Maka pihaknya lantas memilih tarian Mei Li Te Sen Hua, berbeda dengan pilihan tarian yang dahulu pernah ditampilkan.

Menurutnya, pada penyelenggaraan Mooncake Festival tahun lalu, Paguyuban Hakka Jogja juga menampilkan tarian yakni tarian terang bulan A Mei Cu yang memiliki spirit berbeda dengan tari Me Li Ten Sen Hua. "Untuk persiapan kali ini, kami berlatih selama dua minggu,” imbuhnya.