AXA Mandiri & AXA Tingkatkan Jumlah Tenaga Aktuaris Melalui Beasiswa

Ilustrasi beasiswa - Ist/mmhealth.org
24 November 2018 08:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak lima mahasiswa FMIPA UGM mendapatkan beasiswa senilai Rp100 juta dari perusahaan asuransi AXA Mandiri & AXA. Pemberian beasiswa itu sebagai upaya untuk meningkatkan tenaga aktuaris yang jumlahnya masih sangat sedikit.

Chief Human Resources Officer AXA Indonesia Rudy F. Manik menjelaskan pemberian beasiswa itu sebagai komitmennya untuk mendukung peningkatan jumlah profesi aktuaris di Indonesia. Melalui kerjasama dengan UGM itu menjadi landasan penting dalam menciptakan aktuaris yang lebih profesional. Selain itu sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak SDM aktuaris yang bisa mendukung keberlanjutan bisnis bidang asuransi.

"Industri asuransi sangat butuh tenaga aktuaris yang profesional. Kita harus akui bahwa saat ini Imdonesia masih kekurangan tenaga aktuaris," terangnya dalam rilisnya, Jumat (23/11).

Jumlah tenaga aktuaris di Indonesia berdasarkan data Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) hanya 500 orang. Padahal kebutuhan untuk perlindungan kesehatan dan jiwa ke depan akan terus bertambah. "Tidak hanya nominal beasiswa saja, tetapi juga ada pengembangan SDM antara kami dengan UGM, serta upaya menyadarkan masyarakat tentang literasi keuangan," ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Keuangan Aset dan SDM FMIPA UGM Gunardi menyatakan, kerjasama itu diharapkan dapat semakin mengenalkan prodi aktuaria di UGM. Pihaknya akan membuka prodi aktuaria pada 2019 mendatang, sehingga dengan minimnya tenaga aktuaris di Indonesia maka peluang karir lulusannya masih terbuka lebar. "Kami sudah siapkan SDM, beberapa dosen kami kirim ke luar negeri untuk mendalami ilmu aktuaria ini. Tahun depan kami membuka prodi ilmu aktuaria dengan kuota 40 kursi mahasiswa baru," katanya.

Ia menganggap pentingnya kerjasama dengan AXA Mandiri & AXA terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait literasi keuangan. Apalagi perusahaan asuransi itu telah membuka kesempatan untuk bertukar ahli, magang hingga pelatihan yang nanti bisa dimanfaatkan para mahasiswanya.