Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul saat melakukan pemantauan lahan pertanian di Desa Jetis, Saptosari, Gunungkidul. /Ist- Dok Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus melakukan pemantauan terhadap tanaman pertanian milik masyarakat. Hujan yang sempat berhenti beberapa waktu dapat berdampak terhadap perkembangan lahan pertanian.
Meski demikian, hasil dari pemantauan dari tim dari dinas pertanian dan pangan, tanaman milik warga tetap tumbuh dengan baik, meski pasokan air sempat berhenti hujan tidak turun.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, hujan yang berhenti turun beberapa minggu sempat menimbulkan kekhawatiran akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhnan tanaman yang ditanam petani. Meski demikian, hasil dari pemantauan yang dilakukan tim, tanaman milik warga dapat tumbuh dan terhindar dari kematian.
“Sudah kita cek dan tidak ada tanaman yang mati. Beberapa lahan di Girisubo, Tepus, Tanjungsari juga masih tumbuh, meski hujan sempat berhenti turun beberapa minggu,” kata Raharjo, Senin (26/11/2018).
Dia pun menyakini tanaman pertanian milik warga akan tetap tumbuh dengan baik. Hal ini mengacu pada curah hujan yang kembali naik sehingga kebutuhan air untuk pemeliharaan dapat dicukupi. “Sejak dua hari lalu hujan sudah kembali turun. Jadi, untuk pemeliharaan tidak ada masalah,” katanya.
Disinggung mengenai proses penyaluran pupuk bersubsidi, Raharjo mengakui proses distribusi masih terus dijalankan. Namun demikian, ia menuturkan proses penyaluran masih berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok dan kuota diambil oleh perwakilan kelompok. “Nantinya program pupuk bersubsidi akan diambil dengan kartu tani, tapi hingga sekarang program tersebut belum bisa dijalankan,” katanya.
Salah seorang petani di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Sunardi mengaku sempat khawatir tanam jagung yang dimiliki akan mati karena hujan yang berhenti beberapa waktu. Namun demikian, sejak dua hari lalu hujan sudah kembali turun sehingga kebutuhan air untuk pemeliharaan dapat tercukupi.
“Mudah-mudahan tidak berhenti lagi sehingga tanaman jagung tetap dapat tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Adidas dikritik setelah menggandeng mantan tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye Single-Shoe Service di Israel yang ditujukan bagi penyandang amputasi.
Prediksi Arsenal vs Chelsea di Premier League 2026/2027. The Gunners lebih diunggulkan berkat pertahanan solid dan rekor apik atas The Blues.
Jennie, Lisa dan Jisoo BLACKPINK comeback solo dalam waktu berdekatan. Simak perbedaan konsep MV Fallen Angel, SaWaDiKa dan CLICK
Polri menetapkan 113 tersangka kasus karhutla sepanjang 2026 dari 169 laporan. Riau menjadi wilayah dengan tersangka dan area terbakar terbanyak.
Krisis memori akibat kebutuhan AI menekan industri smartphone. Xiaomi merespons lewat Redmi Note 17 dengan baterai 10.000 mAh dan fokus durabilitas.