Diguyur Hujan Semalaman, Sejumlah Talut di Jogja Ambrol

Ilustrasi hujan - Reuters
28 November 2018 13:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Hujan yang melanda wilayah Kota Jogja, sejak Selasa (27/11/2018) hingga Rabu (28/11/2018) berdampak pada longsor sejumlah titik. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat bencana yang terjadi belum bisa diperkirakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Hari Wahyudi mengatakan dampak hujan yang terjadi kemarin menyebabkan sejumlah talut ambrol. Di RT1 RW1 Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron misalnya, sebuah talut sungai Kaliwinongo ambrol sekitar pukul 00.30 WIB. Talut yang ambrol sepanjang tujuh meter, dengan lebar tiga meter dan kedalaman tiga meter.

"Penyebabnya tanah yang berada di bawahnya terkikis aliran Kali Winongo," kata Hari, Rabu (28/11/2018).

Akibat ambrolnya talut tersebut, akses masuk jalan kampung terputus. Ambrolnya talut juga memutus lampu penerangan jalan umum kampung. Tiang lampu bahkan terhanyut air Kali Winongo. Untuk sementara, akses melewati jalan tersebut ditutup.

"Untuk saat ini, kami baru menutup akses jalan tersebut. Dinas PUPKP tadi sudah meninjau ke lapangan," jelasnya.

Selain talut, tembok makam di Bangunrejo, RT 45 RW 10, Kricak, Tegalrejo juga ambrol pada Rabu pagi. Penyebabnya, lanjut Hari, juga akibat tanah di sekitar lokasi terkikis air hujan. Panjang longsoran sekitar 20 meter setinggi enam meter berada di bawah Kali Buntung.

"Lokasinya di TPU [tempat pemakaman umum], sudah dilakukan assessment. Kami berkoordinasi dengan DPUPKP untuk perbaikannya," katanya.

Selain menimbulkan longsoran, hujan deras semalam juga menyebabkan sebuah pohon preh tumbang di Sukonandi 1/14 RT 27 RW 08 Semaki, Umbulharjo. Tumbangnya pohon setinggi lima meter itu ditengarai akibat lapuk dimakam usia.

"Hanya menggangu akses jalan, tidak ada korban jiwa. Sekarang sudah selesai kami evakuasi," kata Hari.