Hujan Hambat Proyek Normalisasi Sungai Serang di Panjatan

Kondisi pagar makam di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan yang roboh seperti terlihat Rabu (28/11/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 November 2018 19:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan semalam suntuk yang mengguyur Kulonprogo Selasa (27/11/2018) menyebabkan proyek normalisasi Sungai Serang dan anak sungai di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan terhambat. Air hujan menggenangi lokasi proyek sehingga menyulitkan pembangunan.

"Karena air yang menggenang tanahnya jadi lembek sehingga alat berat sulit beroperasi, jadinya menghambat penyelesaian proyek ini," ucap Tim Leader Konsultan Proyek Normalisasi Sungai, Bisman Gultom, kepada awak media di lokasi, Rabu (28/11/2018).

Bisman mengatakan sejumlah upaya dilakukan agar proyek tetap berjalan, di antaranya dengan menyedot air menggunakan pompa. Jauh hari sebelum hujan turun pelaksana proyek juga menutup pintu air dari saluran Kali Serang yang berada tak jauh dari lokasi proyek. Dia berharap langkah ini bisa berhasil dan mampu mengejar target penyelesaian proyek ini pada Desember 2019.

Normalisasi Sungai Serang dan anak sungai di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, merupakan salah satu proyek multiyears dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Tahun ini anggaran yang dikucurkan untuk proyek sebesar Rp40 miliar dari total Rp130 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun sisa anggaran akan digunakan pada 2019 seiring dengan target penyelesaian proyek ini.

Selain menyebabkan genangan air, hujan yang mengguyur juga mengakibatkan pagar makam yang berada di samping lokasi proyek normalisasi Sungai Serang dan anak sungai di Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan roboh. Diduga tanah penopang tembok tidak kuat sehingga mengakibatkan longsor. Longsoran ini ditengarai terjadi karena dampak dari proyek tersebut.

Hal itu diakui Bisman. Meski demikian dia berjanji segera membangun kembali pagar makam, tapi tidak dalam waktu dekat. "Memang benar tembok makam ikut roboh, tapi belum bisa dibangun kembali karena harus menunggu tanah penopang mengering, kalau tetap dipaksakan [membangun] nanti roboh lagi," ujarnya.

Salah satu warga Dusun Bojong I, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Hadi Sumiyono, mengatakan pagar makam tersebut baru dibangun sekitar dua bulan yang lalu. Pembangunan dilakukan secara swadaya masyarakat dan pemerintah desa setempat. Hadi berharap pihak terkait bisa segera membangun kembali pagar tersebut demi menunjang keselamatan masyarakat sekitar dan pengunjung makam.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, yang datang langsung ke lokasi proyek pada Rabu berharap meski terkendala berbagai masalah, proyek ini bisa selesai sesuai target. Menyoal kerusakan fasilitas umum di sekitar proyek, dia minta rekanan bisa segera membenahi.

"Saya intens untuk menyampaikan kritik dan saran. Harapan saya yang terkena dampak ini bisa segera dibenahi dan tuntas sesuai target," ucapnya. Meski demikian Akhid mewanti-wanti agar dalam pelaksanaan proyek tetap mengedepankan kualitas.