RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Bantul. Setelah beberapa hari lalu karyawan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sewon dikejar oleh dua pemuda bersajam, kini aksi klithih menimpa seorang pengemudi mobil.
Saat berada di simpang empat Sumberagung, Jalan Bakulan-Barongan, Kecamatan Jetis, Jumat (21/12/2018) sekitar pukul 00.30 WIB, Erik Sigit Pramuji, 23, warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, dikejutkan oleh hantaman stik besi ke arah kaca mobilnya. Pemukulan yang tak jelas motifnya itu dilakukan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.
Kapolsek Jetis AKP M.Sholeh mengatakan kejadian berawal ketika mobil Daihatsu Sigra bernopol AB 1561 KJ yang dikendarai Erik, berhenti simpang empat Sumberagung. Tak lama mendadak ada dua orang yang berboncengan sepeda motor melaju dari arah Bakulan, mendekat ke arah mobil Erik.
"Dari keterangan korban dan saksi di motor itu ada dua orang. Kemudian pembonceng memukulkan benda keras sejenis besi stik kearah mobil korban mengenai bagian kaca samping depan dan spion kanan sehingga bagian tersebut pecah," ucap Sholeh kepada wartawan, Jumat (21/12).
Setelah memukul kaca mobil milik Erik hingga pecah, keduanya lantas melarikan diri ke arah timur. Korban pun segera melaporkan pemukulan itu ke Polsek Jetis. “Saat kejadian, selain korban [Erik], ada dua penumpang lain di dalam mobil yang masing-masing bernama Eka Krisgiyanto dan Retno Marganingsih. Mereka dari Jejeran [Kecamatan Pleret], hendak ke Pajangan,” ucap Sholeh.
Dari laporan korban, Sholeh mengatakan korban tidak mengenali jelas wajah pelaku lantaran di sekitar lokasi kejadian minim penerangan. Korban, kata Kapolsek, hanya mengenali sepeda motor yang dikendarai pelaku.
Hingga kini, pihaknya masih menyelidiki pelaku pemukulan itu. Sementara akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga mencapai sekitar Rp2 juta.
Sholeh mengatakan sejauh ini patroli rutin sudah digelar di wilayahnya dengan frekuensi dua kali dalam semalam sejak pukul 21.00-03.00 WIB. Bahkan beberapa saat sebelum kejadian, polisi sempat berpatroli di sekitar lokasi kejadian. "Patroli sebenarnya sudah kami perketat," ucap Sholeh.
Selain Simpang Sumberagung-Canden, beberapa lokasi di Jetis yang dinilai rawan berdasarkan pemtaan polisi adalah jalan arah Desa Canden dan jalan arah Imogiri dari arah Barongan. Kerawanan itu diakui Sholeh karena minimnya penerangan.
Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan mengatakan patroli yang dilakukan polisi sudah cukup intens. Tidak hanya dari polsek-polsek, namun dari Polres juga rutin berpatroli siang malam. Namun tidak tahu dirinya masih kecolongan, karena kejahatan jalanan masih terjadi.
Meski kejadian di Sumberagung itu tidak menelan korban jiwa, namun Kapolres mengaku tetap fokus mencari pelakunya. Selain itu pengamanan juga diperketat mengingat saat ini menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 sehingga tugas pengamanan bertambah, karena selain menjaga masyarakat juga harus memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur ke Bantul.
"Makanya kalau diserahkan hanya ke polisi menjaga keamanan itu tidak mungkin. Butuh kerja sama masyarakat, kalau ada orang bawa sajam, ada pesta minuman keras atau kerumunan di malam hari laporkan ke polisi," ujar Sahat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.