Takut Gara-Gara Tsunami Selat Sunda, Wisatawan Enggan Menginap di Kawasan Pantai Gunungkidul

Pantai Krakal, Gunungkidul - JIBI/Harian Jogja
28 Desember 2018 19:04 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Isu gelombang tinggi dan tsunami di Selat Sunda berpengaruh terhadap kunjungan ke destinasi pantai di Gunungkidul. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian penginapan di kawasan pesisir.

Pemilik penginapan Royal Joglo di kawasan Pantai Krakal, Cahyo Susanto. Menurut dia, bencana di Selat Sunda memberikan pengaruh yang signifikan kunjungan. Salah satunya terhadap tingkat keterisian penginapan. Ia mengakui, di akhir tahun sudah ada pemesanan untuk menginap, tapi ada pembatalan. Meski tidak semua melakukan pembatalan, persentase pembatalan mencapai 20%.

“Memang terkena imbasnya, apalagi ini juga ada potensi gelombang tinggi. Saya mencatat ada pengunjung yang awalnya memesan kamar dan akhirnya melakukan pembatalan,” kata Cahyo kepada Harianjogja.com, Jumat (28/12/2018).

Menurut dia, dampak dari tsunami dan gelombang tinggi tidak hanya ke penginapan, namun jumlah kunjungan juga terkena imbasnya. “Biasanya akhir tahun ramai, tapi ini sepi,” ungkapnya.

Cahyo pun berharap agar kondisi segera normal sehingga pariwasata di Gunungkidul dapat terus berkembang. “Kalau ramai, tentu penginapan saya ikut merasakan dampak positifnya. Tapi, kalau sepi pasti juga terkena imbas yang sama,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua PHRI Gunungkidul Karnila Sari. Menurut dia, musibah di Selat Sunda memberikan pengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Gunungkidul. “Saya sudah berbicara dengan pelaku wisata dan memang ada penurunan,” katanya.

Menurut dia, penurunan didominasi oleh pengunjung dari kalangan pribadi. Sedang untuk agen travel tetap berkujung ke kawasan pantai. “Memang tetap datang, tapi diimbau untuk berhati-hati,” ungkapnya.