Advertisement
Ribuan Santri dan Mahasiswa Terancam Kehilangan Hak Pilih Pemilu 2019 jika Sosialisasi Kurang

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Komunitas Masyarakat Santri (Komas) menyorot banyaknya suara dari kalangan santri dan mahasiswa di Jogja yang berpotensi hilang dalam Pemilu 2019 jika sosialisasi tidak dilakukan secara maksimal. Apalagi saat hari-hari pencoblosan diperkirakan para mahasiswa memasuki Ujian Akhir Semester (UAS).
Sekjen Komunitas Masyarakat Santri Baharuddin Harahap menegaskan ada potensi suara yang besar terancam di hilang di Jogja jika tidak digarap secara maksimal. Suara pemilu itu adalah dari kalangan santri dan mahasiswa dari luar yang sedang menempuh pendidikan di Jogja.
Advertisement
Karena itu berbagai pihak yang terlibat sebagai penyelenggara Pemilu harus terus didorong untuk melakukan sosialisasi secara maksimal. Jumlah mahasiswa dan santri di wilayah DIY saja mencapai 250.000 orang yang telah memiliki hak pilih.
"Kami dapat info dari salah satu PTS dengan mahasiswa aktif sekitar 27.000, pada 17 April 2019 atau hari pencoblosan itu sedang UAS [ujian akhir semester], nah dimana mahasiswa ini akan mencoblos, pulang kampung tidak mungkin karena sedang UAS," terangnya Kamis (3/1/2019).
Ia menambahkan hal itu masih menjadi persoalan karena potensi suara itu bisa hilang jika tidak terfasilitasi dengan baik. Selain itu, masih ada persoalan lagi terkait mahasiswa yang tinggal di asrama dalam kampus. Mengingat di dalam kampus tidak akan ada TPS.
Ketua Komunitas Masyarakat Santri DIY Pekik Tri Purnawan menambahkan santri dan mahasiswa di Jogja sebagian besar berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Seringkali mereka tidak memungkinkan untuk mengurus berbagai persyaratan administrasi untuk pencoblosan.
"Ini harus difasilitasi agar bisa memberikan suaranya meskipun hanya bisa untuk memilih presiden," katanya.
Komunitas Masyarakat Santri secara tegas telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Capres Cawapres nomor urut dua. Komunitas ini telah berdiri di sejumlah provinsi, termasuk menggandeng banyak alumni Pondok Modern Gontor. Komunitas ini telah bertemu dengan Tim Pemenangan Prabowo - Sandi wilayah DIY untuk membahas terkait banyak suara yang berpotensi hilang utamanya kalangan santri dan mahasiswa pada Rabu (2/1/2019) lalu.
"Kami sudah ada 22 kepengurusan di berbagai wilayah bahkan sampai di luar negeri. Rata-rata alumni dari berbagai pondok pesantren," ujarnya.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo - Sandi Wilayah DIY Dharma Setiawan mengapresiasi pemikiran Komunitas Masyarakat Santri yang telah menyatakan komitmen membantu timnya dalam menggaet suara di kalangan santri.
"Karena santri ini termasuk basis yang juga digarap oleh tim kami, apalagi pesantren terus menunjukkan perkembangan, bahkan saat ini mahasiswa di kota-kota banyak alumni suatu pesantren," kata pria yang menjabat Wakil DPRD DIY ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
- Prediksi Curah Hujan Rendah, Petani Wonogiri Diminta Bersiap Hadapi 2024
- PT Inka Bikin Kereta Ukur untuk LRT Jabodebek, Ini Spesifikasi & Fiturnya
- Ginting Satu Grup dengan Axelsen, Ini Hasil Lengkap Drawing World Tour Finals
- 3 Oknum Anggota TNI Divonis Penjara Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Berencana
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca DIY 11 Desember 2023: Sleman dan Gunungkidul Berpotensi Hujan di Sore hingga Malam Hari
- Ada Pemeliharaan Jaringan, Sejumlah Wilayah di Sleman Hari Ini Mati Lampu
- Jadwal KRL Jogja Solo 11 Desember 2023, dari Stasiun Tugu hingga Klaten
- Jadwal KA Bandara YIA Kulonprogo Hari Ini, 11 Desember 2023
- Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Karanganyar Hari Ini, 11 Desember 2023
Advertisement
Advertisement