Awal Tahun, Sudah Ada Dua Kejadian Bunuh Diri di Bumi Handayani

Ilustrasi Bunuh Diri
04 Januari 2019 21:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dari tahun ke tahun permasalahan bunuh diri masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Memasuki awal 2019 ini setidaknya sudah ada dua kejadian gantung diri di dua tempat yang berbeda.

Kejadian terakhir menimpa warga Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Sudarsi, 44. Diduga wanita tersebut nekat mengakhiri hidup karena terbelit masalah ekonomi.

Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon menjelaskan kegiatan bermula saat suami korban, Sumardi,50, saat pulang ke ladang dan mendapati rumah sepi. “Saat mencari itu, saksi menemukan istrinya sudah gantung diri,” ujar Kasiwon, Jumat (4/1/2019).

Dikatakannya dugaan korban gantung diri memang bukan karena masalah penyakit. Hal tersebut diperkuat dengan temuan tim medis yang menyebut korban tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah kedua dalam tahun ini. “Betul sudah kedua kalinya,” ujar Fuady.

Sebelumnya sendiri diketahui, gantung diri terjadi di dusun Sawah, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, pada Senin (1/1/2019) yang lalu. Menyikapi hal itu pihak kepolisian akan melakukan langkah-langkah strategis.

“Kita akan berdayakan Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan pendataan kepada seluruh masyarakat terutama yang berpotensi untuk melakukan bunuh diri,” ujarnya.

Diharapkannya seluruh masyarakat bersama-sama pemerintah daerah untuk mencegah adanya pelaku bunuh diri, memperhatikan lingkungan sekitar dan saling membantu bagi masyarakat apabila ada kesulitan atau musibah dan masalah. Fuady juga mengimbau untuk melaporkan jika ada permasalahan kepada Bhabinkamtibmas untuk dicarikan solusi dan diselesaikan.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), Joko Yunu Widiasta menyebutkan masalah kesehatan jiwa menjadi faktor risiko terbesar terjadinya bunuh diri di Gunungkidul. Selain itu, dari hasil penelitian, para pelaku diketahui merasa kesepian lantaran lemahnya perhatian dari lingkungan sekitar.

“Perlu peran serta seluruh masyarakat untuk mengatasi masalah gantung diri,” ujarnya.