3 Bulan, 12 Jiwa Melayang Sia-Sia

Ilustrasi Bunuh Diri
28 Maret 2020 02:57 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terus terjadi di Bumi Handayani. Berdasarkan data Polres Gunungkidul, mulai Januari hingga akhir Maret 2020, tercatat sudah ada 12 kasus gantung diri. Masalah kemiskinan dan kesehatan menjadi faktor pemicu sebagian besar kasus yang terjadi.

Terbaru, kasus gantung diri terjadi di Dusun Pulegundes 2, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus. Seorang warga bernama Mento Kariyo, 84, ditemukan gantung diri di sebuah pohon di pekarangan rumahnya, Jumat (27/3/2020) pagi.

Kapolsek Tepus, AKP Mursidiyanto, mengungkapkan aksi nekat Mbah Mento diketahui oleh salah satu tetangganya bernama Wastojo. Saat memarkirkan sepeda motor seusai pulang dari pasar, sanski kaget saat mendapati korban sudah tewas tergantung di pohon kersen yang ada di belakang pos ronda tak jauh dari rumahnya.

"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban nekat gantung diri diduga karena permasalahan sakit yang tidak kunjung sembuh," ujar Mursidiyanto, Jumat.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nur Widihastuti saat dikonfirmasi menyatakan berbagai kasus gantung diri yang terus terjadi di Bumi Handayani sebagian besar dipicu faktor ekonomi serta kesehatan. Dia mencontohkan kasus yang terjadi di Tepus, di mana korban nekat bunuh diri lantaran sakit tak kunjung sembuh. “Mulai 1 Januari hingga hari ini [Jumat] kami mendata sudah terjadi 12 kasus bunuh diri," kata Enny.

Enny menjelaskan jajarannya terus melakukan berbagai langkah pencegahan dini, mulai dari menggelar forum group discussion lintas sektor hingga sosialiasi langsung ke masyarakat. Gerakan sambang warga sebagai salah satu upaya antisipasi terus dilakukan jajaran kepolisian.

Karena sebagian besar pemicu bunuh diri di Gunungkidul lantaran masalah ekonomi dan kesehatan, Polres Gunungkidul terus mendorong anggota Bhabinkamtibmas untuk turun langsung menemui warga.

"Kami selalu memberikan motivasi agar warga tetap semangat dan bertahan hidup. Kami juga menggelar bakti sosial ke rumah warga yang kondisi ekonominya memprihatinkan dan menemui warga yang sakit," katanya.