Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi pencari kerja/Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jumlah pencari kerja di Gunungkidul hingga saat ini masih banyak yang menganggur. Hal ini terlihat dari data penyerapan tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul.
Hingga awal Desember 2018, pencari kerja di Gunungkidul mencapai 2.273 orang. Namun, dari jumlah tersebut baru tersalurkan sebanyak 1.294 pekerja.
Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga, Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul Aris Suyanto mengatakan, pihaknya tidak memungkiri di Gunungkidul masih banyak pencari kerja yang menganggur. “Di Gunungkidul memang unik, lowongan kerja banyak, tapi yang menggangur juga banyak. Sebagai contoh di PT Komatrindo banyak lowongan, tapi yang mendaftar juga belum banyak,” kata Aris di akhir pekan lalu.
Menurut dia, hingga akhir 2018 mencatat masih ada 979 pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Data ini terlihat dari jumlah angkatan kerja dan penempatan kerja yang masuk. Aris menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat pencari kerja belum terserap ke dunia kerja. Selain memang yang besangkutan belum mendapatkan pekerjaan, juga disebabkan karena pencari kerja enggan melaporkan apabila sudah diterima kerja.
“Kami berharap agar warga tetap aktif untuk melaporkan sehingga data tenaga kerja di Gunungkidul benar-benar akurat dan valid,” ungkapnya.
Disinggung mengenai penyerapan tenaga kerja, Aris mengatakan masih didominasi penempatan dalam wilayah Gunungkidul. Sementara itu, untuk minat kerja di luar negeri masih sangat sedikit.
“Dari 1.294 yang diterima kerja, sebanyak 676 pekerja bekerja di lokal Gunungkidul, 498 pekerja di luar provinsi DIY dan 120 orang bekerja di luar negeri,” papar dia.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul Munawar Askin. Menurut dia, angkatan kerja kebanyakan diterima di wilayah lokal dan perusahaan-perusahaan di dalam negeri. Sementara itu, untuk minat ke luar negeri masih sangat sedikit.
“Para pencari kerja belum mau kerja keluar negeri karena masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kampung halaman. Oleh karenanya, yang kerja di luar belum banyak. Padahal dari sisi lowongan dan penghasilan jauh di atas rata-rata gaji di dalam negeri,” katanya.
Dia menambahkan, untuk memaksimalkan potensi tenaga kerja, disnaker akan meningkatkan mutu dan kualitas pencari kerja dengan memanfaatkan pelatihan di Balai Latihan Kerja Siraman, Wonosari. “BLK sangat membantu untuk meningkatkan ketrampilan yang dimiliki sehingga tennaga kerja asal Gunungkidul bisa bersaing di dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Rekomendasi HP RAM 16GB terbaik 2026 untuk gaming, fotografi, dan multitasking dari OPPO, Samsung, OnePlus, Xiaomi, hingga Infinix.
SPMB SMPN Kulonprogo 2026 masih menyisakan 593 kursi kosong di 17 sekolah menjelang penutupan jalur domisili wilayah.
Belanda vs Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat dengan duel taktik total football dan pertahanan solid.
Nvidia dan Firmus bangun pusat AI raksasa di Batam dengan 170 ribu GPU, menjadikan Indonesia hub komputasi AI Asia Pasifik.
Kebiasaan mengeluh berlebihan bisa berdampak pada hubungan sosial dan kesehatan mental menurut psikologi modern.