Naik Kereta Api, Sultan HB X Akan Cek Kesiapan Operasional Bandara Kulonprogo

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan sedang melihat maket NYIA di Joglo kantor proyek NYIA PT Pembangunan Perumahan (Persero), Kamis (20/12/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni)
08 Januari 2019 07:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY akan melakukan pengecekan di lapangan terkait perkembangan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo pada Selasa (8/1/2019). Sejumlah alternatif mulai disiapkan seperti rencana melakukan presentasi di atas kereta api dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Wojo, Purworejo.

Sekda Gatot Saptadi menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi dari pusat terkait kemungkinan Presiden Jokowi melakukan pengecekan perkembangan pembangunan NYIA di Kulonprogo sebelum diresmikan pada April 2019 mendatang.

Oleh karena itu Gubernur DIY, HB X direncanakan lebih dahulu akan melakukan pengecekan lapangan terkait perkembangan NYIA. Dua materi lokasi alternatif yang memungkinkan menjadi bahan peninjauan lapangan telah disiapkan, antara lain Stasiun Tugu dan Bandara NYIA.

"Ada beberapa alternatif untuk kunjungan [HB X] di dua lokasi itu, kemarin ditawarkan. Pertama ke Stasiun Tugu, dari tugu ke NYIA naik kereta api," ungkap Gatot Senin (7/1/2018).

Ia menambahkan rencananya rombongan Pemda DIY dan PT KAI dari Tugu akan naik kereta api inspeksi yang mengangkut dua gerbong dengan prosedur yang dimiliki PT KAI. Selain itu di dalam gerbong kereta tersebut rencananya akan dilakukan presentasi terkait perkembangan pembangunan Stasiun Tugu.

Selanjutnya kereta inspeksi dari Tugu akan berhenti di Stasiun Wojo, Bagelen, Purworejo dengan waktu sekitar 45 menit, kemudian menuju NYIA akan menggunakan jalur darat.

"Di lokasi [NYIA] nanti sudah diterima sama AP 1, [PT] PP dan lainnya, kunjungan lapangan dan diskusi," katanya.

Gatot menegaskan pihaknya sudah mendapatkan sinyal kepastian kunjungan Presiden Jokowi sebelum meresmikan NYIA, namun waktunya belum bisa ditentukan. Oleh karena itu, Pemda DIY akan lebih dahulu memastikan perkembangan pembangunan, mulai dari hasil akhir yang diperoleh hingga April 2019 meski belum semua terminal selesai.

Kemudian Gubernur juga ingin meyakinkan posisi dan letak VVIP room hingga gerai UMKM yang direncanakan berada di lantai satu seluas 1.600 meter persegi. "Kalau terminal mungkin belum semua selesai," ujarnya.