Haryadi Suyuti : Jogja Macet Bukan karena Hotel

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti
12 Januari 2019 12:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dibukanya keran perizinan untuk pembangunan hotel bintang empat dan lima diklaim tidak akan menambah kemacetan di Jogja.

Kritikan terhadap Perwal 85/2018 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel yang berimplikasi pada dibukanya keran zin hotel bintang empat dan lima terus bermunculan. Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja keukeh jika Perwal tersebut dibutuhkan untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Jogja.

Terkait kekhwatiran pembangunan hotel akan menambah kemacetan, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menilai hal itu bukan satu-satunya faktor akibat pembangunan hotel.

Alasannya, izin pembangunan hotel diberikan setelah ada analisis dampak lingkungan termasuk ketersediaan parkir di hotel tersebut. Selain itu, lanjut Haryadi, kemacetan lalu lintas justru banyak dipicu oleh penggunaan kendaraan pribadi.

Dia mencontohkan, saat musim liburan akhir tahun kemarin jumlah penumpang pesawat turun salah satunya dikarenakan orang menggunakan kendaraan pribadi melewati jalan tol TransJawa. Termasuk berlibur ke Jogja.

"Jadi suplai kendaraan memang banyak bukan karena kebijakan [hotel]. Marilah sama-sama tidak saling menyalahkan. Saya berterimakasih atas segala masukan dan kritik. Tetapi jangan lupakan perkembangan yang ada. Dulu orang belum punya mobil sekarang punya mobil," katanya.

Menurutnya, kemacetan di Jogja hanya terjadi saat musim liburan. Itupun hanya pada kawasan tertentu. Terutama di ring satu, Malioboro dan Titik Nol Jogja. Selebihnya, arus lalu lintas diklaim normal.

"Kemacetan itu sifatnya alamiah harus ditata dan tertib lalu lintas. Tidak punya SIM jangan naik motor dan mobil bikin macet. Rambu dilarang parkir jangan parkir," tambah Haryadi.