Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Antrian kendaraan yang melewati Posko Pengamanan di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bupati Gunungkidul sangat antusias dengan wacana pembangunan jembatan kelok 18 di wilayah perbatasan Gunungkidul-Bantul yang rencananya dibangun mulai tahun ini. Selain untuk menghubungkan akses kedua wilayah, diharapkan jembatan tersebut juga mampu mendongkrak pengembangan sektor kepariwisataan.
“Pembangunan jalur ini adalah bagian dari desain Jalur Jalan Lintas Selatan yang melintas dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY hingga Jawa Barat,” kata Badingah kepada wartawan akhir pekan lalu.
Menurut dia, akses ini banyak memberikan manfaat. Selain sebagai sarana penghubung JJLS antara Bantul dengan Gunungkidul, kelok 18 bisa menjadi daya tarik dalam pengembangan wisatawan. Badingah pun menyakini dengan pembangunan tersebut, maka akses menuju wisata khususnya di kawasan peisir Gunungkidul bisa lebih terbuka. “Harapannya dengan pembangunan itu, maka dapat berpengaruh baik terhadap pengembangan sektor wisata di kawasan pesisir Gunungkidul,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib mengatakan, pembangunan JJLS terus dikebut. Untuk tahun ini ada rencana membangun jembatan kelok 18 di perbatasan Gunungkidul-Bantul. Adapun panjang kelok ini mencapai 4,7 kilometer dari Parangtritis, Bantul hingga Desa Girijati, Kecamatan Purwosari.
“Pembangunan ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Rencananya kelok 18 mulai dibangun tahun ini,” katanya.
Menurut dia, untuk pembangunan telah dialokasikan anggaran sekitar Rp280 miliar. Dana ini untuk pembangunan fisik kelok 18, sedangkan lahannya sudah dibebaskan terlebih dahulu. “Mudah-mudahan pembangunan cepat dilakukan sehingga JJLS antara Bantul dan Gunungkidul bisa segera tersambung,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, total ruas JJLS yang melintas di wilayah DIY sepanjang 121,828 kilometer. Gunungkidul merupakan kabupaten yang memiliki ruas terpanjang, yakni 82,256 kilometer. Sedang untuk Bantul akan dilalui JJLS sepanjang 16,282 kilometer dan Kulonprogo sepanjang 23,29 kilometer.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pembangunan JJLS yang menghubungkan antara Bantul dengan Gunungkidul sempat mengalami beberapa perubahan. Sebelum diputuskan dibangun kelok 18, dulu ada wacana jalur penghubung dibuat model terowongan.
Namun demikian, sambung Eddy, setelah dilakukan kajian yang lebih mendalam pembuatan terowongan dibatalkan. “Akhirnya dipilih dengan model kelok 18 karena dirasa lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.