Tak Biasa, Sastra Bulan Purnama Hadirkan Pentas Geguritan

Ilustrasi. - Harian Jogja
20 Januari 2019 20:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Di awal tahun ini, Sastra Bulan Purnama digelar. Event sastra yang sudah memasuki edisi ke-88 tersebut, kali ini akan menampilkan peluncuran antologi geguritan berjudul Angin Semilir saka Pesisir Kidul.

Rencananya, acara yang juga diselingi dengan pembacaan geguritan tersebut digelar di Tembi Rumah Budaya, Senin (21/1) malam, mulai pukul 19.30 WIB.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro mengatakan di DIY sebenarnya banyak penulis geguritan, bahkan jumlahnya tak kalah banyak dengan jumlah penyair. Namun, dalam Sastra Bulan Purnama kali ini, para penulis geguritan yang tampil adalah para penulis geguritan dari Bantul yang tergabung dalam Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul Paramarta.

“Selama ini, Sastra Bulan Purnama banyak diisi oleh pembacaan puisi, geguritan hanya pernah sekali, padahal Sastra Bulan Purnama sudah berlangsung lebih dari tujuh tahun” kata Ons Untoro.

Dalam antologi Angin Semilir saka Pesisir Kidul, ada 24 penulis geguritan turut andil. Masing-masing penulis, kata Ons, menulis setidaknya lima judul geguritan. “Jadi total ada 120 geguritan dalam antologi tersebut,” kata Ons, Minggu (20/1).

Ketua Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul Paramarta, Bambang Nugroho, mengatakan tidak mudah mengumpulkan para sastrawan di Bantul, selain masing-masing memiliki kesibukan, seniman juga kerap punya kebiasaan susah untuk diajak bersama dalam satu komunitas.

Dia mengatakan peluncuran antologi geguritan ini akan dilakukan oleh Bupati Bantul, Suharsono. Tak hanya itu, Suharsono juga bakal turut membacakan geguritan. “Selain Pak Bupati, beberapa pejabat juga akan ikut membaca [geguritan],” kata Bambang melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu.

Tak hanya itu, dalam peluncuran itu, para pembaca geguritan juga akan menampilkan pergelaran teatrikal yang merupakan hasil adaptasi dari karya geguritan mereka. “Pertunjukan teater ini akan dikolaborasikan dengan kelompok Teater Amarta,” ucap dia.