Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Di awal tahun ini, Sastra Bulan Purnama digelar. Event sastra yang sudah memasuki edisi ke-88 tersebut, kali ini akan menampilkan peluncuran antologi geguritan berjudul Angin Semilir saka Pesisir Kidul.
Rencananya, acara yang juga diselingi dengan pembacaan geguritan tersebut digelar di Tembi Rumah Budaya, Senin (21/1) malam, mulai pukul 19.30 WIB.
Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro mengatakan di DIY sebenarnya banyak penulis geguritan, bahkan jumlahnya tak kalah banyak dengan jumlah penyair. Namun, dalam Sastra Bulan Purnama kali ini, para penulis geguritan yang tampil adalah para penulis geguritan dari Bantul yang tergabung dalam Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul Paramarta.
“Selama ini, Sastra Bulan Purnama banyak diisi oleh pembacaan puisi, geguritan hanya pernah sekali, padahal Sastra Bulan Purnama sudah berlangsung lebih dari tujuh tahun” kata Ons Untoro.
Dalam antologi Angin Semilir saka Pesisir Kidul, ada 24 penulis geguritan turut andil. Masing-masing penulis, kata Ons, menulis setidaknya lima judul geguritan. “Jadi total ada 120 geguritan dalam antologi tersebut,” kata Ons, Minggu (20/1).
Ketua Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul Paramarta, Bambang Nugroho, mengatakan tidak mudah mengumpulkan para sastrawan di Bantul, selain masing-masing memiliki kesibukan, seniman juga kerap punya kebiasaan susah untuk diajak bersama dalam satu komunitas.
Dia mengatakan peluncuran antologi geguritan ini akan dilakukan oleh Bupati Bantul, Suharsono. Tak hanya itu, Suharsono juga bakal turut membacakan geguritan. “Selain Pak Bupati, beberapa pejabat juga akan ikut membaca [geguritan],” kata Bambang melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu.
Tak hanya itu, dalam peluncuran itu, para pembaca geguritan juga akan menampilkan pergelaran teatrikal yang merupakan hasil adaptasi dari karya geguritan mereka. “Pertunjukan teater ini akan dikolaborasikan dengan kelompok Teater Amarta,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Presiden Prabowo menyerahkan simbolis pesawat Rafale, Falcon 8X, dan A400M kepada TNI AU di Halim Perdanakusuma.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.