Sekolah Swasta Tak Boleh Kalah Saing

Sosialisasi PPDB SMA Pradita Dirgantara di Gedung Serbaguna Adisutjipto, Senin (21/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
22 Januari 2019 10:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah swasta harus bekerja keras agar bisa memenuhi standar nasional pendidikan.

“Sekolah swasta harus memenuhi standar nasional pendidikan. Seperti standar isi atau kurikulum, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pembiayaan, dan standar penilaian,” ujar Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Buchory, Senin (21/1/2019).

Guru besar Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) itu mengatakan jika sekolah swasta mampu memenuhi standar nasional pendidikan maka sekolah swasta akan mampu bersaing dengan sekolah negeri.

Sekolah swasta harus dapat meraih peringkat akreditasi unggul atau A agar kepercayaan masyarakat meningkat. Lalu pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta harus memenuhi baik secara kuantitas maupun kualitas. “Selain itu, sarana perpustakaan harus memadai dan tingkat minat baca murid harus dimotivasi,” kata dia.

Menurut Buchory, kendala yang sering dihadapi sekolah swasta biasanya terkait pemenuhan standar karena ada keterbatasan yang akhirnya menyebabkan berkurangnya kepercayaan masyarakat pada sekolah swasta.

Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 diharapkan berpengaruh positif terhadap sekolah swasta karena kemungkinan dapat memperoleh siswa berkualitas.

Wakil Kepala SMA Pradita Dirgantara Dody Sumardi saat kegiatan sosialisasi PPDB di Gedung Serbaguna Adisutjipto mengungkapkan walaupun SMA Pradita Dirgantara merupakan sekolah boarding school, tetapi dibentuk dengan rasa kekeluargaan dan memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan luar biasa.

Sekolah di bawah Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) yang unggul dalam kedirgantaraan ini juga menerapkan dua bahasa atau bilingual. Tujuannya agar setelah lulus para siswa dapat bersaing dengan dunia luar.

“Kami tuntut anak-anak selalu aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Pada tahun terakhir kami akan memberikan pengarahan, mau menjadi apa. Tentara siapkan fisik, mental dan kecerdasaan, atau mau lanjut kuliah, atau yang lainnya kami persiapkan,” kata dia.

Ketua Yasarini Cabang Lanud Adisutjipto Dewi Tedi Rizalihadi mengungkapkan sekolah SMA Pradita Dirgantara kurikulumnya berbasis teknologi dan teknologi kedirgantaraan.

“Visi dan misi sekolah ini menjadi lembaga pendidikan menengah yang bereputasi tingkat internasional dengan tetap menjunjung tinggi budaya nasional untuk menghasilkan kader pemimpin bangsa yang beriman, cerdas, kreatif, mandiri dan berwawasan kedirgantaraan,” ujarnya.