Gelandangan Difabel Ikut Ditertibkan Satpol PP

Petugas satpol PP DIY mengevakuasi Kh setelah kedapatan melakukan aktivitas yang melanggar aturan Perda di Pasar Kotagede. Harian Jogja/Istimewa
23 Januari 2019 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sembilan orang pengemis, gelandangan dan anak jalanan berhasil ditertibkan oleh Satpol PP DIY pada awal pekan ini. Mereka yang terjaring, langsung dibawa ke camp assessment Dinas Sosial (Dinsos) DIY.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Lilik Andi Ariyanto mengatakan operasi penertiban tersebut dilakukan di sejumlah titik. Salah satunya di Kotagede. Di lokasi tersebut tim menemukan gelandang difabel menggunakan kursi roda.

"Operasi penanganan gelandang, pengemis dan anak jalanan awal tahun ini kami gelar pada Senin (20/1) kemarin," katanya, Selasa (22/1/2019).

Lilik mengatakan selama 2018, operasional penertiban gelandang pengemis dan anak jalanan yang dilakukan Satpol PP DIY mampu menjaring setidaknya lebih dari 200 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% disinyalir pelaku peminta-minta menjadikan kegiatan tersebut sebagai profesi.

"Semuanya kami lakukan pembinaan, sebagian dikirim ke camp assessment sebagian lagi kami kembalikan ke daerah asal," katanya.

Lilik mengatakan, fakta tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarang memberikan dananya untuk para pengemis, gelandangan dan pengamen di wilayah DIY. Pasalnya, sebagian dari mereka sudah menjadikan status tersebut sebagai sebuah profesi.

Dia berharap agar warga bisa menyalurkan bantuan di tempat yang resmi agar tepat sasaran. Pasalnya banyak yang mengemis karena terkait dengan pekerjaan atau profesi.

Selain itu, memberikan bantuan kepada pengemis dan gelandangan juga dilarang oleh Perda. "Kalau ingin memberikan bantuan selayaknya ke tempat-tempat yang resmi, bisa melalui tempat ibadah atau panti sosial," katanya.