Gelombang Panas Prancis Tewaskan 2.025 Orang, Eropa Siaga
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
Petugas BPBD Jogja mengevakuasi pohon soko yang menimpa salah satu bangunan di kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (24/1/2019)./Istimewa-BPBD Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pohon soko berdiameter satu meter setinggi 20 meter di komplek Kraton Ngayogyakarta, Hadiningrat tumbang, Kamis (24/1/2019). Pohon tersebut tumbang lantaran tak kuat menahan terpaan angin kencang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja Hari Wahyudi mengatakan pohon yang berada di halaman Siti Hinggil Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya, di RT 40 RW 11 Kadipaten Kraton itu tumbang sekitar pukul 15.00 WIB. "Selain diterpa angin, kondisi pohon sudah rapuh. Sudah dilakukan penanganan," katanya.
Dia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi beberapa bagian dari bangunan di kompleks tersebut mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap pohon yang tercatat milik Sultan HB X itu. Kerugian akibat tumbangnya pohon tersebut masih dihitung. "Tidak ada korban, petugas TRC langsung melakukan assessment, memotong pohon untuk dipindahkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tewaskan 2.025 orang. Suhu tinggi melanda Eropa dan picu lonjakan angka kematian.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.