Tingkatkan Rasa Handarbeni, Moyudan Gumebyar Digelar Tiga Hari

Atraksi kesenian jatilan yang digelar di Tlogo Putri, Kawasan Wisata Kaliurang, Selasa (1/1/2018). - Harian Jogja/fahmi Ahmad Burhan
24 Januari 2019 06:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Moyudan Gumebyar akan digelar selama tiga hari berturut-turut, 25-27 Januari 2019. Beragam potensi budaya Kabupaten Sleman bakal ditampilkan dalam event yang dilaksanakan di Dusun Tegaldonon Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Sleman itu.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara mengatakan kegiatan yang bersumber dari dana keistimewaan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan mengembangkan potensi kebudayaan serta mensosialisasikan tata nilai budaya Jawa melalui seni pertunjukan.

"Sekaligus tentunya untuk memperkuat dan memperkokoh keistimewaan DIY," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima kepada Harian Jogja, Rabu (23/1/2019).

Aji mengatakan bahwa berbagai atraksi kebudayaan dimaksudkan untuk pembangunan karakter terhadap masyarakat luas khususnya generasi muda, serta meningkatkan “rasa handarbeni” terhadap budaya sendiri yang adiluhung.

"Diharapkan dengan semakin meningkatnya internaisasi budaya di kalangan warga masyarakat akan menjadi benteng sekaligus filter yang kuat di era globalisasi," kata Aji.

Adapun, berbagai potensi kebudayaan yang akan digelar dalam event “Moyudan Gumebyar 2019” tersebut meliputi Gelar Kethoprak Mataram oleh Sanggar Cahaya Jingga dengan lakon “Geger Wilwatika” pada Jumat (25/1/2019) pukul 19.30 WIB. Ada pula Parade Band oleh Grup Rieesma Plus pada Sabtu (26/1/2019)pukul 19.30 WIB.

Sedangkan Minggu, (27/1/2019)mulai pukul 06.30 WIB diselenggarakan Pit-Pitan Bebarengan dengan hiburan Union Band dan Roket Band, serta dilanjutkan dengan acara puncak pada malam harinya pukul 19.30 WIB dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Dalang Ki Bayu Sugati dengan lakon “Gathotkaca Winisuda”.