Advertisement
Menwa Mahakarta Akan Menggelar Pawai Bela Negara
Komando Resimen Mahasiswa Mahakarta DIY melakukan audiensi ke kantor Harian Jogja, Rabu (30/1/2019). Audiensi ini menginformasikan kegiatan pendidikan dasar yang akan dilaksanakan pada 20 Maret-4 April 2019 mendatang. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahakarta DIY akan menggelar pendidikan dasar di Magelang. Diksar yang diikuti 300 peserta tersebut dilaksanakan selama 12 hari mulai 20 Maret-4 April 2019.
Komandan Satuan Tugas Mahakarta, Muhammad Sofian mengatakan sebelum berangkat diksar, rangkaian acara akan dibuka dengan upacara di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara. "Kemudian berangkat diksar selama 12 hari. Materi diksar akan disampaikan langsung dari anggota TNI," kata Sofian saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Rabu (30/1/2019) sore.
Advertisement
Dari 300 peserta, 200 di antaranya merupakan peserta baru. Sofian mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berupa materi fisik tetapi juga ada pelatihan seperti bela negara.
Semangat bela negara itu juga dituangkan dalam kegiatan pawai sekaligus menutup rangkaian diksar. "Pada 4 Maret itu kita dipulangkan ke Jogja tetapi transit dulu di kantor DPRD DIY untuk melaksanakan Pawai Bela Negara sampai Titik Nol," kata Sofian.
BACA JUGA
Dalam pawai tersebut, masing-masing peserta membawa panji-panji dari setiap kesatuan. "Pawai ini sudah tahunan. Bedanya sama kemarin [2018], tahun ini pawainya dari menwa sendiri, kalau tahun lalu bergabung dengan polisi, satpol PP, TNI," jelas dia.
Sofian mengakui, saat ini pamor menwa seakan sedang turun. Untuk itu rangkaian diksar yang ditutup dengan pawai ini diharapkan mampu membangkitkan eksistensi menwa di masyarakat, terlebih sumbangsihnya bagi negara.
Sementara itu, aktivis Mahakarta lainnya Aditya Pradana menjelaskan bahwa menwa menjadi komponen cadangan TNI. Harapannya ketika TNI dan Polri tidak bisa mengampu sebuah tugas, menwa menjadi pihak yang diprioritaskan untuk menggantikan posisinya.
"Dalam program TMMD atau TNI Manunggal Masuk Desa, kita juga sudah sering dilibatkan," katanya. Bahkan menwa juga sudah diajarkan tugas-tugas strategis TNI dan polisi seperti menembak.
Sampai saat ini, DIY memiliki 400-500 menwa yang tersebar di 23 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Pantura Subang Sepekan Tak Surut, Warga di Kolong Jembatan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kapolda DIY Tunjuk Kombes Roedy sebagai Plh Kapolresta Sleman
- Marbot Masjid di Wates Temukan Pria Meninggal di Kamar Mandi
- Audit Polda DIY Ungkap Dugaan Kelalaian Pengawasan di Polresta Sleman
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
- Harga Sayuran di Bantul Anjlok saat Panen Raya, Pedagang Mengeluh
Advertisement
Advertisement



