Belum Genap Sebulan Sudah 23 Warga Bantul Terserang DBD, PSN Digalakkan

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
31 Januari 2019 18:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Belum genap sebulan pada awal 2019 ini kasus demam berdarah dengue (DBD) di bantul sudah mencapai 23 warga positif terserang DBD. Pada 2018 lalu tercatat 178 kasus DBD terjadi di Kabupaten Bantul. Guna mengurangi angka tersebut pada 2019 awal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menghimbau masyarakat sekitar untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Pada awal tahun 2019 hingga pekan terakhir bulan Januari, Dinkes telah mencatat ada 23 warganya yang terkena penyakit DBD. “Untuk mengurangi angka kasus demam berdarah di tahun lalu [2018], saat ini kami sedang mensosialisasikan bahwa masyarakat juga harus ikut peran dengan cara melakukan PSN,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sri Wahyu Joko Santoso ketika ditemui Harian Jogja pada Senin (29/1).

PSN sendiri merupakan pola hidup untuk mencegah tersebarnya penyakit DBD di lingkungan sekitar dengan cara mengubur barang-barang bekas, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air (3M).

Kepala Seksi P2P Kabupaten Bantul mengatakan PSN tidak hanya dijalankan ketika musim hujan seperti sekarang saja. Ia berharap PSN juga dilakukan secara rutin agar tidak terjadi perkembangbiakan nyamuk pada sarangnya. Sarang nyamuk sendiri biasanya terdapat di genangan-genangan air yang kotor.

“Jadi besar tidaknya perkembangbiakan nyamuk itu kan tergantung lingkungannya juga. Kalau kita sendiri bisa mengendalikan perkembangbiakan tersebut mungkin kasus penyakit DBD di tahun 2019 bisa mengalami penurunan,” katanya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat jika di daerah tempat tinggal ada warga terkena penyakit DBD harus segera melaporkan ke Dinas Kesehatan agar bisa melakukan pemantuan jentik nyamuk di daerah tersebut.