Ribuan Rumah Bersubsidi Akan Dibangun di DIY, Cek Lokasinya..

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantul, Sri Ediastuti (Kiri) saat meresmikan pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kamis (7/2/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
09 Februari 2019 05:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 2.000 unit rumah bersubsidi yang disediakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan dibangun di wilayah DIY. Pada awal 2019 ini PT Maro Anugrah Jaya mengawalinya dengan membangun sebanyak 226 unit di Bantul.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengembang Rumas Sederhana Sehat Nasional (Apernas) DIY, Suranto Ramli mengatakan selama dua tahun ke depan asosiasinya menargetkan sebanyak 2.000 unit rumah bersubsidi bisa terbangun. Pembangunan sudah dimulai awal tahun ini yang diawali oleh PT. Maro Anugrah Jaya sebanyak 226 unit di wilayah Bantul.

Kemudian di wilayah Sleman rencananya ada 500 unit rumah MBR yang akan dibangun oleh PT. Sahid Putra Sehati. Suranto mengatakan sebenarnya ada beberapa titik lain namun belum bisa dipastikan karena perizinan belum selesai, kecuali yang dua pengembang itu yang sudah jelas dan siap bangun.

Sejauh ini diakui Suranto baru wilayah Sleman dan Bantul untuk pembangunan rumah bersubsidi karena harga tanah masih terjangkau dan konsumennya ada. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya juga tengah menjajaki wilayah Kulonprogo yang berbatasan langsung dengan Purworejo. "Daerah Kulonprogo dan Wonosari masih penjajakan semoga bisa diwujudkan tahun ini," katanya dalam peresmian pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (7/2/2019).

Menurut Suranto antusias masyarakat cukup tinggi untuk memiliki rumah subsidi yang dibandrol seharga Rp130 jutaan per unit. Terbukti dari banyaknya pemesan berdasarkan informasi dua perusahan pengembang yang mulai membangun rumah MBR.

Komisaris PT. Maro Anugrah Jaya, Hendro Wibowo menambahkan sebanyak 226 rumah bersubsidi yang akan dibangun secara bertahap dan tahap pertama ditarget selesai pada Juli mendatang dan sudah ada penyerahan kepada pembeli.

Pihaknya juga berkomitmen menjalankan apa yang diminta Pemkab Bantul terkait fasos dan fasum, "Kami tidak ingin dikenal sebagai pengembang yang asal bangun rumah. Kualitas rumah, fasum dan fasos akan kami perhatikan betul," ujar Hendro.