MGM Ramai Pengunjung Meski Aktivitas Merapi Meningkat

Guguran Lava Merapi terpantau dari Srunen, Minggu (13/1/2019). - Twitter/BPPTKG
09 Februari 2019 13:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas wisata di Museum Gunungapi Merapi (MGM) masih berjalan seperti biasa pasca luncuran guguran awan panas Merapi sejauh kurang lebih dua kilometrr ke earah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik yang dilaporkan oleh BPPTKG.

Kasubag Tata Usaha MGM, Ari Triyono, mengatakan jika pengunjung MGM pada Minggu (3/2/2019) lalu bahkan tembus 2000-an orang. 


MGM sendiri yang merupakan museum bersejarah dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi.Museum ini bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah,maupun sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya.


Ari mengatakan jika jawatannya selalu memantau kondisi merapi melalui twiter resmi BPPTKG yang memang juga khusus disematkan di website MGM. "Di website kami terhubung langsung dengan akun twiter resmi BPPTKG," kata Ari kepada Harian Jogja, Jumat (8/2/2019).

Kunjungan MGM sendiri, menurut Ari, untuk kunjungan di MGM dari tanggal 1-7 Februari tembus sekitar 5.319 orang. Pengunjung MGM di tahun 2018 totalnya ada 270.904 orang. Wisatawan nusantara sebanyak 268.232 orang. Sedangkan, wisatawan luar negeri sebanyak 2672 orang.


Adapun, total pengunjung MGM  di tahun 2017 sebanyak 261.863 orang. "Pengunjung di 2018 mengalami kenaikan sebanyak 3,45% jika dibandingkan tahun 2017," tuturnya.

Terkait dengan  upaya tanggap kebencanaan, Museum Gunungapi Merapi juga pernah melaksanakan program kegiatan berupa pemberian edukasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada anak-anak hunian tetap (huntap) Banjarsari, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada tanggal 27 Januari 2019.