UKDW Fasilitasi Masyarakat Samigaluh Belajar soal Pengembangan Wisata ke Temanggung

Sejumlah warga saat mengikuti sarasehan di Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (17/2/2019). - Istimewa
18 Februari 2019 12:20 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Masyarakat Kulonprogo terus mempersiapkan diri jelang beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) April mendatang. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh sekitar 30 warga tiga desa di Kecamatan Samigaluh, yakni Desa Kebonharjo, Sidoharjo, dan Pagerharjo.

Kepala tiga desa tersebut bersama sejumlah tokoh masyarakat dan anggota Koperasi Griya Jati Rasa, Samigaluh melakukan studi banding ke Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (17/2/2019). Dalam studi banding yang difasilitasi oleh Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat (PSPTM) Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) tersebut, mereka juga sempat menggelar sarasehan di Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. "Fasilitator yang kami hadirkan adalah mereka yang telah lama bergelut di bidang pemberdayaan masyarakat desa, harapan kami masyarakat bisa menangkap peluang dari kehadiran NYIA serta Bedah Menoreh," kata Investigator Program Samigaluh Tanggap Globalisasi, Farsijana Adeney Risakotta melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (18/2/2019).

Studi banding tersebut, kata dia, merupakan salah satu bentuk persiapan masyarakat, pihak swasta dan juga pemerintah setempat dalam menghadapi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Bedah Menoreh.

"Melalui studi banding ini kami ingin memberdayakan potensi lokal yang ramah lingkungan yang bisa mendorong dan menggerakkan ekonomi lokal dan sekaligus menjaga keberlangsungan kewirausahaan berbasis kebijakan lokal," ucap dia.

Selain itu, diharapkan pula para anggota Koperasi Griya Jati Rasa untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dalam hal pengelolaan terpadu produk guna meningkatkan nilai tambah bagi warga maupun usaha bersama di tingkat desa, serta mendorong adanya pembuatan produk ekonomi berbahan daur ulang.

"Kami juga ingin agar ada fasilitas akses dari kelompok desa di Kecamatan Samigaluh, wilayah kabupaten Kulonprogo maupun di lingkungan DIY untuk bisa bekerja sama membangun produk unggulan setempat yang menjadi ciri khas warga dan pengembangan jalur wisata," kata dia.

Dengan begitu, kata dia, wisatawan yang berkunjung ke DIY nantinya memiliki alasan kuat untuk menambah lama tinggalnya. Jika metode live in bisa dimaksimalkan, bukan tidak mungkin DIY bakal diserbu wisatawan yang pada ujungnya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.