Advertisement
Wow, PBTY Masuk Agenda Wisata Wonderful of Indonesia
Parade atraksi liong dan barongsai mewarnai pembukaan Pekan Budaya Tionghoa (PBTY) 2018 bertemakan Harmoni Budaya Nusantara di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, Sabtu (24/2). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) masuk sebagai salah satu agenda wisata dalam Wonderful of Indonesia 2019.
Ketua Umum PBTY, Tri Kirana Muslidatun mengungkapkan, masuknya PBTY dalam Wonderful of Indonesia tidak lepas dari usaha keras bersama panitia, Paguyuban Warga Tionghoa dan masyarakat Jogja dalam membesarkan event yang rutin diselenggarakan menyambut pergantian tahun baru Imlek itu.
Advertisement
Sebelum dinyatakan masuk ke dalam Wonderful of Indonesia, PBTY terlebih dahulu dinilai dan diawasi oleh tim, secara sangat detail dan teliti. Bahkan penilaian dilakukan selama tiga tahun terakhir dilengkapi dengan verifikasi ke lapangan.
"Jadi ketika pelaksanaan PBTY, tim mengawasi dan mengecek apakah apa yang kami sampaikan perihal PBTY itu sesuai dengan kenyataan," ujar Ana, Rabu (20/2/2019).
BACA JUGA
Ana menambahkan, ada beberapa poin yang dinilai oleh tim, sehingga membuat PBTY layak masuk dalam Wonderful of Indonesia. Kegiatan mengandung unsur budaya, pemberdayaan, ekonomi kreatif, ekonomi masyarakat, pariwisata.
Kesemuanya itu menjadi faktor yang membuat PBTY dipertimbangkan oleh tim nasional. Selain itu, faktor konsistensi juga menjadi salah satu poin yang dinilai dari PBTY. Dalam PBTY sendiri, panitia secara konsisten menampilkan budaya lokal Tionghoa dan berbagai budaya nusantara secara bergantian dari tahun ke tahun.
Menurut Ana, tim penilai juga mengamati sejauh mana antusiasme warga terhadap PBTY, dan dari penilaian disebutkan bahwa, jumlah pengunjung PBTY bahkan melampaui jumlah pengunjung Sekaten.
Dari hasil survey diketahui, dalam sehari pelaksanaan, PBTY bisa dikunjungi oleh sekitar 5.000 orang. Dengan masuknya PBTY ke dalam Wonderful of Indonesia, maka akan ada sejumlah pengembangan dilakukan. Bertujuan agar PBTY dikenal oleh khalayak lebih luas, hingga ke tingkat internasional.
"Ke depan kami akan menyelenggarakan lomba Jogja Dragon Festival, melukis kepala wayang Potehi. Lomba akan diumumkan hingga level internasional dan kami akan mencoba meminta piala Presiden Republik Indonesia sebagai hadiah kepada pemenang," ungkapnya.
Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja, Tri Hastono menyatakan, PBTY adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk warga Kota Jogja, bukan hajat segolongan atau panitia saja. PBTY membuktikan, hidup bersama dalam harmoni di Kota Jogja bukan lagi sebuah materi diskusi, melainkan sudah terwujud dalam keseharian di Jogja.
"Kita menjaga, menguatkannya, menjadi sebuah semangat kebersamaan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Progres Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Capai 88,58 Persen
- 10 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Mulai Dibangun
- Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026
- Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Sleman Ditarget Rampung Juli
- TMII Revitalisasi Anjungan DIY, Sultan Dorong Penguatan Promosi
Advertisement
Advertisement



