TNI Bangun Pompa Air di Sri Gethuk, Playen

Dandim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Muhammad Taufik Hanif (tiga dari kiri) berfoto bersama Kapolres Gunungkidul, AKBP Anwar Fuady (empat dari kiri) seusai penyerahan pompa hidrolid untuk warga di sekitar air terjun Sri Gethuk, Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (21/2/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
22 Februari 2019 17:15 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULKodim 0730/Gunungkidul memberikan bantuan pompa air hidrolid untuk pengangkatan air terjun Sri Gethuk, Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Pasokan air dari pompa ini diharapkan mampu mengairi sawah serta ladang yang berada di sekitar lokasi. Pompa air dengan sistem hidrolid merupakan pompa air ramah lingkungan karena tidak menggunakan tenaga listrik atau mesin diesel. Mesin ini hanya mengandalkan aliran air sebagai penggerak pompa.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Muhammad Taufik Hanif, mengatakan sebelum memutuskan untuk membangun pompa air bertenaga hidrolid di Sri Gethuk, jajarannya telah menggelar survei di beberapa lokasi yang titik airnya bisa diangkat, seperti sumber air Gua Pule Jajar di Kecamatan Girisubo dan Gua Kalisuci. Berdasar hasil survei, pemasangan pompa hidrolid untuk sumber air Gua Pule Jajar tidak bisa dilakukan karena medan yang sulit, sementara di Kalisuci warga setempat menolak karena khawatir pemasangan pipa bakal berpengaruh terhadap debit air di Kalisuci. "Dari beberapa lokasi tersebut, sumber air di Sri Gethuk dinilai paling layak," kata dia, Kamis (21/2/2019)

Menurut Dandim, warga tidak perlu khawatir karena debit air di Sri Gethuk relatif stabil dan jarang mengalami kekeringan. Pompa hidrolid tersebut adalah sumbangan dari Mayjen TNI Joni Supriyanto untuk kepentingan masyarakat. "Semua biaya pembangunan pompa memakai uang pribadi sekitar Rp80 juta dan dibangun secara gotong-royong oleh para prajurit TNI," katanya.

Pompa tersebut mampu menaikkan air yang ditampung di bak penampungan dengan kapasitas 4.000 liter. Selain itu, ada empat buah pompa dengan empat pipa, dua pipa diperuntukkan bagi warga, dan dua pipa untuk irigasi pertanian seperti mengairi kebun buah durian, jeruk, serta sirsat yang ditanam di Bukit Cemplok, Desa Bleberan.

Kepala Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Supraptono, mengungkapkan bantuan pompa air yang diberikan sangat membantu warga mendapat akses air bersih. Hal itu sejalan dengan program Pemkab Gunungkidul dalam mewujudkan hidup sehat. "Air dari pompa bisa dialirkan ke rumah warga, khususnya untuk mandi, cuci dan kakus [MCK] sehingga gerakan tidak buang air besar sembarangan bisa terlaksana," ucap dia, Kamis.