Perempuan Berhak Menerima Akses Permodalan

Kepala Desa Srigading Wahyu Widada (tengah) saat memberikan sambutan dalam acara sosialisasi dan inisiasi Desa Prima di Balai Desa setempat, Selasa (12/3/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 Maret 2019 18:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, menggelar sosialisasi dan inisiasi program desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Desa Prima) di Balai Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Selasa (12/3/2019). Dalam sosialisasi tersebut LSM SMEDC didapuk jadi salah satu narasumbernya.

Konsultan LSM SMEDC, Irianto mengatakan perempuan memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan keluarga. Perempuan juga memiliki potensi besar dalam pembangunan di DIY.

Karena itu dia mengaku SMEDC bakal mendampingi para pelaku usaha, khususnya perempuan. Pendampingan yang dilakukan terutama terkait dengan hal-hal yang bersifat teknis. “Dari mulai pembentukan kepengurusan, pengelolaan keuangan, manajemen usaha,” kata dia saat ditemui sebelum acara sosialisasi itu dimulai.

Pendampingan itu, kata dia, dilakukan SMEDC setidaknya hingga tahun ketiga. Barulah setelah itu, urusan pendampingan akan dilakukan oleh pemerintah. Setelah dinilai sukses, barulah nantinya pelaku usaha bisa didukung lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dia menjelaskan sejatinya ada tiga jenis Desa Prima, yakni Desa Prima Berkembang, Desa Prima Maju, Desa Prima Mandiri.

Kepala Desa Srigading, Wahyu Widodo yang turut hadir dalam sosialisasi itu berharap kaum perempuan di wilayahnya bisa semakin maju. Untuk itu, Pemerintah Kelurahan Srigading siap memfasilitasi. “Di antaranya melalui toko oleh-oleh dan warung makan yang akan dibangun di deket [Pantai] Samas

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2 DIY, Titik Sofijayanti Malah menekankan pentingnya akses permodalan bagi perempuan untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi.

Malah mengatakan program Desa Prima digencarkan karena akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi masih kurang. Padahal perempuan memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan keluarga. Perempuan juga memiliki potensi besar dalam pembangunan di DIY.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk DIY per Maret 2017 sebanyak‎ 3.762.167 jiwa. Dari jumlah tersebut 50,54% di antaranya adalah perempuan. Karena itu keterlibatan perempuan dalam program pembangunan seharusnya lebih besar.

DPA3AP2 DIY sebagai salah satu lembaga di Pemda DIY yang bertanggung jawab untuk memberdayakan perempuan. "Mari kita sama-sama bangkit, gali potensi yang ada di sekitar. Bisa menjahit, membuat makanan, membuat, oleh-oleh, jajanan pasar, atau kerajinan tangan lainnya. Yang selama ini sudah memiliki keterampilan manfaatkan keteramilan yang dimiliki," kata Malah.

Ia mengatakan DP3AP2 DIY akan mendampingi para ibu dengan berbagai pelatihan dan keterampilan. Ada 25 ibu di Desa Srigading yang akan masuk dalam kelompok Desa Prima. Setelah mendapat pelatihan mereka akan dimodali sebesar Rp37 juta melalui kelompok usaha.