Belasan Titik Sungai di Sleman Disasar Prokasih

Ilustrasi warga bersih sungai di Sungai Serang, Kulonprogo, Minggu (15/4/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
12 Maret 2019 13:47 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) pada 2019 ini akan melaksanakan giat Program Kali Bersih (Prokasih) di 17 titik sungai yang ada di wilayah kabupaten Sleman.

Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Sleman Purwoko Sasmoyo menjelaskan kegiatan Prokasih merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan sungai yang bersih, sehat, lestari dan produktif, dengan melibatkan komunitas sungai yang ada di tiap titik sungai tersebut mulai dari perencanaan, penjadwalan hingga pengaturan pembuangan saBelasan Titik Sungai di Sleman Disasar Prokasihmpah.

"Pemerintah tidak bisa kerja sendiri untuk menyelesaikan persoalan lingkungan sungai tanpa kerjasama dengan masyarakat. Kesadaran masyarakat menjadi penting untuk wujudkan sungai yg bersih, sehat, dan lestari," kata dia, Senin (11/3/2019).

Dengan turun langsung ke sungai, kata dia, setiap warga akan kian akrab dengan sungainya dan tahu kondisi sungai yang dekat dengan rumah tinggalnya. "Harapannya tidak hanya saat ada giat prokasih ada giat bersih sungai. Tapi setiap waktu giat bersih sungai bisa terus dilakukan. Mari kita bersama jaga sungai kita," ujarnya.

Sementara Ketua FKSS AG Irawan mengatakan kegiatan prokasih berpola kerjabakti bersih sampah ini merupakan bentuk edukasi riil sekaligus ajakan setiap orang peduli keberadaan sungai sebagai penyangga kehidupan.

"Komunitas sungai di tiap titik sungai memiliki peran penting mengajak warga untuk ikut aktif dalam giat bersih-bersih sungai ini. Terlebih kegiatan ini didukung pemerintah daerah, sehingga kelestarian lingkungan sungai dapat terus terwujud," katanya.

Belasan Titik Sungai di Sleman Disasar ProkasihMelalui sejumlah komunitas sungai yang diinisiasi masyarakat yang ada di Sleman, ia berharap sungai-sungai akan terus lestari dengan air yang mengalir serta ikan-ikan lokal juga tumbuhan pinggir sungai yang terus hidup di dalamnya.

"Yang paling penting untuk menghindarkan sungai jadi tempat buangan sampah," ujar dia.