Advertisement
Bantu UMKM, Stok Elpiji di Gunungkidul Ditambah 4 Juta Tabung
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul mendapat tambahan stok elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon sebanyak empat juta tabung. Alokasi tambahan itu berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pada 2018 total tabung gas melon di Gunungkidul kurang lebih sekitar tiga juta tabung. "Sebenarnya kami mengajukan penambahan ke ESDM sekitar 4,5 juta tabung," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih, belum lama ini.
Advertisement
Yuniarti menjelaskan tambahan stok gas bersubsidi tidak serta merta ditujukan kepada masyarakat kurang mampu. Rencananya tambahan bakalo diberikan kepada para pelaku usaha mikro untuk mendorong usaha mereka. "Sasaran kami kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Gunungkidul juga akan membagikan bantuan berupa 7.000 tabung gas lewat program penanggulangan kemiskinan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dua desa yang akan mendapat bantuan yakni Desa Karangduwet di Kecamatan Paliyan dan Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.
Untuk harga eceran tertinggi (HET) tabung gas bersubsidi, menurut Yuniarti, sudah ditetapkan dalam Pergub DIY No.28/2015 tentang HET LPG ukuran tiga kilogram, dimana harga tiap tabung elpiji tiga kilogram sekitar Rp15.000.
Apabila ditemukan pangkalan yang menjual gas di atas HET, maka pangkalan penjualan gas bersubsidi akan diberikan sanksi hingga pencabutan izin operasional. "Setelah diperingatkan tiga kali tetap membandel, akan kami cabut izinnya” kata dia.
Salah seorang pengecer gas bersubsidi, Yatmi, mengatakan stok gas yang dijualnya cepat habis dalam waktu empat sampai lima hari. Menurutnya pasokan dari agen memengaruhi penjualan. "Kadang saat banyak warga yang membutuhkan kiriman dari agen tersendat," ucap Yatmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









