Padi Hibrida Diklaim Bisa Tingkatkan Produktivitas Panen

Ilustrasi Minapadi - JIBI
13 Maret 2019 12:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai mengembangkan padi jenis hibrida. Padi ini diprediksi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 13 ton per hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, padi hibrida yang dikembangkan merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Untuk tahap awal, bantuan diberikan kepada kelompok tani di 15 kecamatan. Total luas tanam padi hibrida mencapai 4.000 ha. “Sudah ditanam pada masa tanam kesatu. Untuk saat ini, padi hibrida sudah mulai memasui masa panen,” kata Raharjo kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Dia menjelaskan, padi hibrida yang ditanam ada beberapa jenis mulai dari arize dan hibrida intani 602 dan intani 301. Berdasarkan hasil dari penelitian, padi hibrida sangat cocok ditanam di lahan yang kering, seperti di Gunungkidul. Selain itu, dari hasi juga lebih tinggi dibandingkan dengan jenis padi yang biasa.

Sebagai gambaran, sambung Raharjo, untuk padi varietas ciherang, panen yang dihasilkan bisa mencapai delapan ton. Sementara untuk jenis hibdrida bisa mencapai sepuluh ton, bahkan untuk jenis arize yang ditanam di Dusun Kutugan, Desa Pundungsari bisa mencapai 13 ton per hektare. “Sudah bisa dibuktikan dan padi hibrida yang ditanam akan terus dikembangkan,” kata mantan Kepala Bidang Binda Produksi ini.

Menurut Raharjo, dengan hasil panen yang lebih tinggi dapat memberikan harapan bagi para petani untuk meningkatkan kesejahteraan. “Saya yakin dengan panen yang maksimal, maka keuntungan yang didapatkan oleh petani bisa lebih besar lagi. Jadi, upaya peningkatan kesejahteraan dapat diwujudkan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petani di Dusun Lemahbang, Desa Candirejo, Semin, Sunardi mengaku belum mengetahui adanya padi jenis hibrida. Menurut dia, padi yang ditanam saat ini merupakan jenis yang saat ini banyak ditemui di pasaran. “Saya masih menanam jenis padi yang lama karena mudah ditemukan di pasaran,” katanya.

Dia pun berharap keberadaan jenis padi hibrida dapat disosialisasikan ke petani sehingga pilihan terkait dengan padi yang akan ditanam bisa lebih banyak lagi. “Ya kalau memang bisa meningkatkan produktivitas padi, maka saya tertarik menanam jenis padi hibrida,” ungkapnya.