Antisipasi Kericuhan, Personel Gabungan TNI Polri Gelar Sispamkota

Personil gabungan dari Polda DIY dan TNI saat melakukan pencegatan massa dalam simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Rabu (13/3/2019) di Simpang tiga Prambanan. - Harian Jogja/Yogi Anugrah.
14 Maret 2019 10:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Personil gabungan dari Polda DIY dan TNI menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Rabu (13/3/2019) di Simpang tiga Prambanan. Simulasi ini digelar sebagai salah satu upaya antisipasi terjadinya kericuhan pada saat pelaksanaan pemilu 2019.

Wakapolda DIY Brigjen Pol Bimo mengatakan dalam simulasi tersebut, pihaknya menggunakan narasi terjadi kericuhan di wilayah Surakarta, setelah berkoordinasi dengan Polda Jateng, pihaknya langsung melakukan pencegatan massa di wilayah DIY.

"Pencegatan ini sebagai upaya mencegah massa dari DIY yang hendak berangkat ke Surakarta dan bergabung dengan massa yang ricuh," ujar Bimo, Rabu (13/3/2019).

Dengan melakukan simulasi ini, kata bimo, jajaran personil yang terlibat dalam pengamanan pemilu diharapkan lebih siap dan bekerja sesuai dengan SOP. "Di DIY, kami melakukan pencegatan di beberapa wilayah yakni tempel, prambanan dan temon," tambah dia

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan pihaknya memilih pencegatan di wilayah Tempel dan Prambanan dikarenakan situasi dan kondisi wilayah yang merupakan daerah perbatasan.

"Namun tidak menutup kemungkinan, seiring berjalannya waktu, pencegatan juga akan dilakukan di wilayah lainnya," ujar dia

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu DIY Sri Rahayu mengatakan pihaknya akan kembali menyusun peta kerawanan pemilu di wilayah DIY, sebab, kata dia, salah satu potensi kerawanan pemilu di DIY adalah terjadinya kericuhan.

"Saat ini IKP sedang disusun, namun kalau dari IKP yang lalu, Sleman tinggi tingkat kerawanannya. Kami mendukung kepolisian atas langkah antisipasi yang akan dilakukan," katanya.