BMKG: Badai Tropis Savannah Menjauh ke Selatan, Hujan di DIY Berkurang

Hujan di Tempel, Sleman. - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 Maret 2019 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Mlati mencatatkan pengukuran curah hujan di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta mencapai 107 mm pada saat hujan kategori sangat lebat di DIY yang turun selama satu hari pada Minggu (17/3/2019) dan telah menimbulkan banjir di wilayah Bantul dan Kulonprogo.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyatakan dinamika atmosfer berdasarkan streamline 17 Maret 2019 pukul 07.00 WIB menunjukkan aktifitas Tropical Cyclone "Savannah" di Samudera Hindia.

Ini merupakan salah satu faktor yang berperan secara tidak langsung terhadap pembentukan awan-awan hujan di Jawa karena membentuk palung tekanan udara rendah (trough) memanjang dari pusat siklon hingga wilayah Jawa.

BMKG menyatakan perkembangan pada hari Senin (18/3/2019) berdasarkan streamline 17 Maret 2019 pukul 12.00 UTC menunjukkan pergerakan Tropical Cyclone "Savannah" semakin menjauh dan tidak berpengaruh lagi terhadap pola angin dan pembentukan awan-awan hujan di Jawa.

Secara umum, curah hujan hari ini semakin menurun namun hujan ringan-sedang di wilayah DIY masih berpotensi hingga tanggal 20 Maret 2019 disebabkan oleh belokan angin (konvergensi) akibat aktifitas vortex (Low Pressure Area) di perairan sebelah selatan NTT dengan tekanan udara di pusatnya 1006 mb.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Staklim Mlati, Djoko Budiyono, mengatakan untuk Tropical Cyclone Savannah itu letaknya sangat jauh di Samudera Hindia barat daya jawa.

"Kemarin di tanggal 17 pas hujan lebat salah satunya dampak tidak langsung akibat badai tropis Savannah yaitu mengakibatkan terjadinya palung tekanan rendah di wilayah jawa akibatnya terjadi pembentukan hujan. Saat ini dampaknya sudah berkurang akibat letaknya menjauh ke selatan," kata Djoko.