Didemo Warga, Pemda DIY Bangun Talut di Sekeliling TPST Piyungan

Warga memblokir pintu masuk TPST Piyungan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan TPST Piyungan, Senin (31/12/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
19 Maret 2019 13:42 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY bakal meninggikan talut di sekeliling Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tahun ini. Pembangunan talut tersebut sebagai respons atas tuntutan warga sekitar TPST yang berunjuk rasa beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansyur mengatakan kewenangan pengelolaan TPST Piyungan per tahun ini oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun demikian pihaknya tetap membantu proses perbaikan fisik TPST, salah satunya pembangunan talut yang sudah dianggarkan Rp2,5 miliar. "Kami tetap bantu. Kami buatkan talut peninggi tebing untuk mengoptimalkan daya tampung sampah," kata Mansyur, Selasa (19/3).

Saat ini, kata Mansyur, proses pembangunan talut baru akan memasuki lelang dan targetnya dibangun secepatnya.

Jawatannya tidak banyak menganggarkan untuk pembangunan fisik TPST Piyungan karena tahun ini direncanakan kerja sama pengelolaan sampah dengan pihak ketiga terwujud. Saat ini masih dikelola Pemda DIY dengan metode controlled landfill atau sampah dibiarkan menumpuk beberapa hari, kemudian ditimbun.

Meski nantinya dikelola pihak ketiga, Mansyur berharap kesadaran pengelolaan sampah dari masyarakat ditingkatkan. Menurut dia, selama kesadaran pengolahan sampah belum terbangun, selama itu pula sampah menjadi persoalan. "Harusnya sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir itu tinggal residunya. Tidak seperti sekarang di TPST Piyungan ada kasur, ada lemari," ujar Mansyur.

Lebih lanjut dia mengatakan kapasitas TPST Piyungan yang dibangun sejak 1995 itu hanya mampu menampung sekitar 2,4 juta meter kubik sampah dan sudah kelebihan kapasitas sejak 2012 lalu sampai berkali lipat.

Sementara volume sampah setiap tahunnya meningkat sampah saat ini volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan mencapai sekitar 600 ton per hari. "Semoga ke depan ada solusi terbaik [dalam pengelolaan sampah]," ucap Mansyur.

Maryono, salah seorang warga sekitar TPST Piyungan mengaku sudah mendapat kabar adanya pembangunan talut. Dia bersyukur tuntutan warga dipenuhi.

Meski masih banyak tuntutan belum dipenuhi, namun setidanya dengan adanya talut, sampah tidak lagi berserakan sampai menutupi jalan.

Selain pembangunan talut, Maryono meminta Pemda DIY mengatasi persoalan jalan menuju TPST yang rusak dan becek setiap kali musim hujan. Bahkan sejak sepekan terahir diakui Maryono antrean truksampah kembali terjadi hingga mencapai 1,5 meter. "Sejak hujan beberapa hari terakhir peroses pembuangan tersendat jadi tru sampah antri untu membuang sampah," kata Maryono.

Pria yang sehari-harinya menjadi pemulung di TPST Piyungan itu juga meminta agar Pemda DIY kembali menggalakkan penyemprotan lalat di TPST dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.