Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Warga memblokir pintu masuk TPST Piyungan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan TPST Piyungan, Senin (31/12/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY bakal meninggikan talut di sekeliling Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tahun ini. Pembangunan talut tersebut sebagai respons atas tuntutan warga sekitar TPST yang berunjuk rasa beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansyur mengatakan kewenangan pengelolaan TPST Piyungan per tahun ini oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun demikian pihaknya tetap membantu proses perbaikan fisik TPST, salah satunya pembangunan talut yang sudah dianggarkan Rp2,5 miliar. "Kami tetap bantu. Kami buatkan talut peninggi tebing untuk mengoptimalkan daya tampung sampah," kata Mansyur, Selasa (19/3).
Saat ini, kata Mansyur, proses pembangunan talut baru akan memasuki lelang dan targetnya dibangun secepatnya.
Jawatannya tidak banyak menganggarkan untuk pembangunan fisik TPST Piyungan karena tahun ini direncanakan kerja sama pengelolaan sampah dengan pihak ketiga terwujud. Saat ini masih dikelola Pemda DIY dengan metode controlled landfill atau sampah dibiarkan menumpuk beberapa hari, kemudian ditimbun.
Meski nantinya dikelola pihak ketiga, Mansyur berharap kesadaran pengelolaan sampah dari masyarakat ditingkatkan. Menurut dia, selama kesadaran pengolahan sampah belum terbangun, selama itu pula sampah menjadi persoalan. "Harusnya sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir itu tinggal residunya. Tidak seperti sekarang di TPST Piyungan ada kasur, ada lemari," ujar Mansyur.
Lebih lanjut dia mengatakan kapasitas TPST Piyungan yang dibangun sejak 1995 itu hanya mampu menampung sekitar 2,4 juta meter kubik sampah dan sudah kelebihan kapasitas sejak 2012 lalu sampai berkali lipat.
Sementara volume sampah setiap tahunnya meningkat sampah saat ini volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan mencapai sekitar 600 ton per hari. "Semoga ke depan ada solusi terbaik [dalam pengelolaan sampah]," ucap Mansyur.
Maryono, salah seorang warga sekitar TPST Piyungan mengaku sudah mendapat kabar adanya pembangunan talut. Dia bersyukur tuntutan warga dipenuhi.
Meski masih banyak tuntutan belum dipenuhi, namun setidanya dengan adanya talut, sampah tidak lagi berserakan sampai menutupi jalan.
Selain pembangunan talut, Maryono meminta Pemda DIY mengatasi persoalan jalan menuju TPST yang rusak dan becek setiap kali musim hujan. Bahkan sejak sepekan terahir diakui Maryono antrean truksampah kembali terjadi hingga mencapai 1,5 meter. "Sejak hujan beberapa hari terakhir peroses pembuangan tersendat jadi tru sampah antri untu membuang sampah," kata Maryono.
Pria yang sehari-harinya menjadi pemulung di TPST Piyungan itu juga meminta agar Pemda DIY kembali menggalakkan penyemprotan lalat di TPST dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harga BBM Pertamina hari ini 31 Agustus 2026 masih mengacu tarif Agustus. Simak daftar harga Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex menjelang penyesu
Inter Milan puncaki klasemen Serie A usai menang 1-0 atas Cagliari. Como kalahkan Napoli 2-1 di San Paolo. Cek hasil lengkap pekan kedua Liga Italia.
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu tayang 24 September 2026. Dibintangi Marsha Timothy dan Fara Shakila, drama keluarga adaptasi Wedding Dress ini mengangkat kisah
OJK telah mencabut izin usaha 12 BPR dan BPRS sepanjang Januari-Agustus 2026. Berikut daftar lengkap bank yang ditutup serta penjelasan mengenai jaminan dana na
9 pekerjaan yang banyak dicari di luar negeri pada 2026, mulai dari caregiver, teknisi, konstruksi, software developer hingga energi terbarukan. Tak semuanya bu