Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Warga bergotong royong membersihkan jalan pada Senin (18/3/2019). /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Hujan seharian yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) tidak hanya berdampak pada banjir di bantaran Sungai Serang saja, tapi juga longsor di empat kecamatan. Dampak dari longsor tersebut, akses jalan sempat terganggu dan membuat sebagian rumah warga rusak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi mengatakan, pihaknya masih melakukan assessment pada titik-titik longsor di Kulonprogo. "Sementara baru ada 19 lokasi saja yang sudah kita lakukan pendataan," ujarnya pada Senin (18/3/2019).
Sebanyak 19 lokasi yang sudah terdata tersebut ada di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Nanggulan. Ia mengatakan, dampak dari longsor tersebut membuat akses jalanan menjadi terganggu, rumah warga pun sebagian rusak.
Warga Dusun Tirto, Desa Hargotirto, Kokap yang rumahnya terkena longsor, Suwarto mengatakan, pada Minggu (17/3/2019) seharian hujan tidak kunjung reda. Lalu pada pukul 17.00 WIB tiba-tiba longsor terjadi menimpa sebagian rumahnya.
"Dapur sama gudang yang rusak. Tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.
Ia mengatakan, sampai keesokan harinya belum ada penanganan sama sekali. Warga lainnya di Dusun Sebatang, Desa Hargotirto, Kokap, Jawadi mengatakan Jalan Lingkar Waduk Sermo di Dusun Sebatang, Desa Hargotirto, Kokap terkena longsor dan membuat akses lalu lintas sempat terganggu. "Baru sampai jam 11 siang tadi bisa dilalui kendaraan," katanya.
Beberapa titik di sepanjang Jalan Lingkar Waduk Sermo terjadi longsor tidak hanya di Desa Hargotirto saja, tapi juga desa lainnya yaitu Desa Hargowilis.
"Kemarin sekitar jam 5 sore, karena hujan terus dari pagi, jadinya banyak yang longsor," ujarnya. Pihak warga Desa Hargotirto dibantu Polsek dan Kodim melakukan penanganan longsor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.