Dampak Sikon Savannah : Longsor di Kulonprogo Tutup Akses Jalan dan Rusak Rumah

Warga bergotong royong membersihkan jalan pada Senin (18/3/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
19 Maret 2019 12:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Hujan seharian yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) tidak hanya berdampak pada banjir di bantaran Sungai Serang saja, tapi juga longsor di empat kecamatan. Dampak dari longsor tersebut, akses jalan sempat terganggu dan membuat sebagian rumah warga rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi mengatakan, pihaknya masih melakukan assessment pada titik-titik longsor di Kulonprogo. "Sementara baru ada 19 lokasi saja yang sudah kita lakukan pendataan," ujarnya pada Senin (18/3/2019).

Sebanyak 19 lokasi yang sudah terdata tersebut ada di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Nanggulan. Ia mengatakan, dampak dari longsor tersebut membuat akses jalanan menjadi terganggu, rumah warga pun sebagian rusak.

Warga Dusun Tirto, Desa Hargotirto, Kokap yang rumahnya terkena longsor, Suwarto mengatakan, pada Minggu (17/3/2019) seharian hujan tidak kunjung reda. Lalu pada pukul 17.00 WIB tiba-tiba longsor terjadi menimpa sebagian rumahnya.

 "Dapur sama gudang yang rusak. Tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.

Ia mengatakan, sampai keesokan harinya belum ada penanganan sama sekali. Warga lainnya di Dusun Sebatang, Desa Hargotirto, Kokap, Jawadi mengatakan Jalan Lingkar Waduk Sermo di Dusun Sebatang, Desa Hargotirto, Kokap terkena longsor dan membuat akses lalu lintas sempat terganggu. "Baru sampai jam 11 siang tadi bisa dilalui kendaraan," katanya.

Beberapa titik di sepanjang Jalan Lingkar Waduk Sermo terjadi longsor tidak hanya di Desa Hargotirto saja, tapi juga desa lainnya yaitu Desa Hargowilis.

"Kemarin sekitar jam 5 sore, karena hujan terus dari pagi, jadinya banyak yang longsor," ujarnya. Pihak warga Desa Hargotirto dibantu Polsek dan Kodim melakukan penanganan longsor tersebut.