Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Sejumlah warga memanfaatkan genangan air di salah satu area persawahan Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo untuk memancing pada Selasa (19/3/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebuah area pertanian di Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo berubah menjadi danau dadakan. Kondisi tersebut memantik perhatian masyarakat. Sejumlah orang bahkan memanfaatkan situasi ini untuk ajang memancing.
Berubahnya lahan pertanian Desa Panjatan menjadi danau merupakan imbas dari jebolnya tanggul Sungai Serang di Dusun Bendungan, Desa Bendungan, Kecamatan Wates pada Minggu (17/3/2019). Hal tersebut diungkapkan Subarjo, 53, salah satu petani Desa Panjatan yang lahan pertaniannya ikut terendam air.
Dia mengatakan air membanjiri area pertanian miliknya yang berjarak kurang dari 6 km dari lokasi jebolnya tanggul pada Senin (18/3/2019) pagi. Ketinggian air semula hanya berkisar semata kaki, sehingga padi masih terlihat dari permukaan. Namun lambat laun volume air meningkat hingga ketinggian satu meter. Kondisi ini membuat area persawahan tersebut berubah seperti danau dadakan.
"Senin pagi belum terlalu keliatan, tapi mulai pukul 9 pagi itu mulai masuk lahan pertanian kami, penyebabnya ya dari jebolnya tanggulnya Sungai Serang, sebelumnya di sini jarang sekali banjir, dulu pernah tapi sudah puluhan tahun yang lalu," kata Subarjo saat ditemui di sekitar lahan pertanian Desa Panjatan, Selasa (19/3/2019).
Subarjo memperkirakan total luas lahan pertanian yang terendam banjir tersebut mencapai 40 hektar. Akibatnya petani terancam gagal panen. Untuk total kerugian belum bisa ia hitung, namun menurutnya dapat mencapai belasan juta rupiah. "Padahal kami baru masa tanam, usia padi juga masih sekitar satu bulan, kemarin itu rencananya mau perabukan, dengan kondisi ini ya pasrah aja karena udah pasti rusak," ujarnya.
Danau dadakan ini memantik perhatian masyarakat. Salah satunya Figi, 25, warga Desa Bendungan, Kecamatan Wates. Dia mengatakan informasi munculnya danau dadakan di lahan pertanian Desa Panjatan diperolehnya dari lini masa. Rasa penasaran membuatnya ingin melihat langsung lokasi danau tersebut.
"Dan ternyata benar, ini udah kaya danau dadakan, malah banyak yang mancing di sini, mungkin karena banyak ikan yang lepas gara-gara banjir kemarin," kata Figi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.