Dongkrak Mobil yang Bannya Kempes, Pembudi Daya Kroto Kehilangan Uang Rp505 Juta

Polisi dari Polres Kulonprogo memeriksa mobil yang digunakan korban penjarahan di ruas Jalan Moch Dawam, Kecamatan Wates, Rabu (20/3/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
20 Maret 2019 22:47 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Kusman, 43, warga Dusun Suruhan, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, kehilangan uang setengah miliar rupiah saat mendongkrak mobilnya yang kempes ban.

Tas berisi uang Rp505 juta di mobil Kusman dicuri orang di ruas Jalan Moch Dawam, Kecamatan Wates, Rabu (20/3/2019). sekitar pukul 11.30 WIB.

“Pertamanya saya dari bank mengambil uang, saya mau pulang lewat Karangnongko, dari terminal ke utara. Tiba-tiba di selatan palang kereta ada yang bilang ban gembos. Saya belok ke timur untuk dongkrak,” ujarnya, kemarin.

Kusman memilih untuk mendongkrak mobil yang bannya gembos itu di tempat yang sepi. Di tempat sepi, saat Kusman mendongkrak mobilnya, salah seorang saksi memberi tahu ada orang yang tiba-tiba membawa tas dari mobil Kusman dan langsung kabur menggunakan sepeda motor.

“Ada ibu-ibu memberi tahu saya ada orang yang mengambil tas di mobil. Dia tanya itu siapa. Saya cek, ternyata [tas] sudah tidak ada,” ungkapnya. Sadar dirinya korban kriminal, dia langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Wates.

Menurut Kusman, di tas tersebut ada uang pecahan senilai Rp500 juta, ditambah dompetnya yang ia simpan di tas ada uang senilai Rp5 juta. “Jadi uangnya ada Rp505 juta. Selain uang, ada STNK, SIM, dan kartu ATM,” katanya.

Kusman berniat memakai uang itu untuk keperluan bisnis. Bisnis yang dia geluti yaitu budi daya kroto. Setelah mengambil uang dari bank, ia berniat untuk pulang ke rumahnya. Saat mengambil uang di bank, dia tidak menyadari ada orang yang membuntutinya. Ia pun tidak mencurigai orang-orang yang berinteraksi dengannya saat itu termasuk orang yang memberi tahu ban mobilnya gembos.

Salah satu saksi, pedagang cimol, Yanti, 40, mengaku dirinya sedang berjualan saat terjadinya pencurian. Ia mengatakan dari arah barat ruas Jalan Moch Dawam Wates datang seorang laki-laki dengan ciri berbadan gempal, menggunakan topi dan berkaus abu-abu.

“Dia lagi telponan tidak tahu sama siapa, saya tidak mendengar juga berbicara apa,” tuturnya. Begitu mobil berhenti di tengah jalan dan pengemudi mendongkrak ban mobil yang kempes, laki-laki itu langsung membawa tas di mobil.

Mobil tersebut dalam kondisi pintu yang tertutup. Pelaku membukanya dan membawa tas di kursi depan mobil. Satu orang lagi membawa sepeda motor dari arah barat membantu pelaku kabur membawa tas hasil penjambretannya.

Saksi lainnya, Sutinah, 52, yang juga melihat orang membawa tas milik korban, mengaku langsung memberi tahu korban. “Saya kasih tahu ada orang mengambil tas di mobil. Dia [korban] langsung kaget. Bilang di tas itu ada uang Rp500 juta.”