Didemo Warga, DLH Akan Buat Jalur Khusus TPTS Piyungan

Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ Nur Uswatun Khasanah (M123)
21 Maret 2019 05:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY berencana membuat jalur khusus truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Rencana tersebut menanggapi tuntutan warga sekitar TPST yang mengeluhkan kondisi jalan becek dan rusak.

Ratusan warga kembali memblokir pintu masuk TPST Piyungan, Rabu (20/3/2019). Demo digelar karena sudah dua pekan terakhir jalan menuju TPST Piyungan becek, banyak sampah berserakan dan bau. Kondisi jalan tersebut juga rusak.

Pada sisi lain antrian truk sampah juga mengular hingga satu sampai 1,5 meter dari area TPST Piyungan sejak sepekan terakhir. Akhir 2018 lalu lalu, warga juga mengeluhan kondisi serupa. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut. "Kami minta pemerintah memperhatikan warga sekitar TPST Piyungan," kata koordinator unjuk rasa, Maryono.

Kepala DLH DIY, Sutarto mengakui kondisi jalan sekitar TPST Piyungan rusak dan becek saat musim hujan. Kondisi itu diperparah dengan antrian kendaraan yang akan membung sampah sehingga sampah terkadang berjatuhan.

Pihaknya belum bisa berbuat banyak karena baru menerima pelimpahan pengelolaan TPST Piyungan per tahun ini. Sebelumnya TPST Piyungan yang dibangun sejak 1995 itu dikelola oleh Dinas Keperjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM). Pekerjaan DLH soal TPST Piyungan selama tahun ini merupakan perencanaan DPUP-ESDM.

Terlepas dari itu, Sutarto mengaku akan berupaya semaksimal mungkin mengatasi persoalan TPST Piyungan yang sebenarnya sudah melebihi kapasitas daya tampung, "Meski sudah overload kami berusaha mengatasinya," katanya.

Beberapa upaya yang akan dilakukan di antaranya adalah memperpanjan jalur dermaga untuk truk agar pembongkaran truk tidak lagi di pinggir TPST yang memberatkan proses kerja alat berat. "Jadi dermaga akan diperpanjang sampai ke tengah sehingga truk bisa sampai tengah saat bongkar sampah," kata dia.

Selama ini, kata dia, sampah berserakan sampai jalan karena pembongkaran sampah terlalu pinggir. Sementara daya kerja alat berat terbatas. Hanya satu alat berat yang benar-benar berfungsi bekerja setiap hari, sementara satu lagi sering rusak.

Jalur dermaga nantinya juga dikhususkan bagi dump truk atau tidak semua kendaraan sampah. Hal itu untuk mempercepat proses bongkar sampah. Selama ini, kata dia, semua kendaraan sampah bisa masuk, bahkan pikap pun masuk sehingga proses bongkar sampah memakan waktu lebih dari 10 menit per kendaraan. Sementara dump truk hanya butuh bongkar maksimal lima menit.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini mengatakan untuk jangka pinjang pihaknya berencana membuat jalur baru khusus kendaraan yang akan membuang sampah. Sehingga memisahkan jalur kendaraan sampah dan jalur warga yang sudah ada sekarang bisa terpisah.

"Tapi rencana ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehinggga tidak mungkin tahun ini. Paling tidak sudah harus dipikirkan," ujar Sutarto. Namun untuk jangka pendek yang bisa ia lakukan adalah memperbaiki jalan yang anggarannya sudah tersedia. Perbaikan jalan dimulai Simpang Tiga Piyungan-Pleret sampai TPST Piyungan.