Dukung Smartcity, 11 KIM Dilatih Mengelola Website

Ilustrasi internet - Bisnis.com
21 Maret 2019 14:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo memberi pelatihan website kepada 11 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di ruang rapat Binangun IV kompleks Pemkab Kulonprogo, Wates, Rabu (20/3/2019). Pelatihan ini bertujuan mendukung program smart city yang tengah digaungkan pemerintah Kulonprogo.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, Diskominfo Kulonprogo, Sigit Purnomo mengatakan di era digital seperti sekarang, semua hal sudah berbasis teknologi. Sehingga dengan adanya pelatihan website, KIM dapat aktif dalam membuat berita dan mengisi konten di websitenya masing-masing.

Keberadaan KIM sendiri merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah kabupaten untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sedangkan Diskominfo Kulonprogo dalam hal ini bertindak sebagai penanggungjawab atas pembinaan dan keberlanjutan KIM.

Agar KIM tetap semangat dalam mengemban tugas, Diskominfo berencana mengadakan KIM award yang dilangsungkan pada 2020 mendatang. Komisi Informasi DIY juga akan melibatkan KIM dalam penilaian Monev keterbukaan informasi badan publik.

“Dengan ini kami berharap bisa menumbuhkan semangat dalam pengelolaan KIM dan juga KIM di Kulonprogo dapat bertambah,” ujarnya, Rabu.

Sumber Rejeki, salah satu peserta pelatihan website KIM mengaku mendapat manfaat dari pelatihan ini. Menurutnya pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuannya dalam hal menulis berita, sehingga bisa menyampaikan informasi secara dua arah yakni secara manual atau tatap muka dan melalui website.

Setelah pelatihan ini, Sumber Rejeki betekad membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan lebih cepat dan dalam jangkauan yang lebih luas. "Semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat," kata dia.

Nantinya, website KIM akan diintegrasikan dengan laman milik Diskominfo agar layanan informasi lebih terdiseminasi. 

Keberadaan KIM menurut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan  sangat penting. Pasalnya kelompok tersebut menjadi penghubung informasi kepada masyarakat, terutama dalam menginformasikan keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kulonprogo yang belum lama ini diresmikan.

Terdapat 21 jenis pelayanan publik di MPP dan layanan perizinan menggunakan sistem Online Single Submission (OSS) serta aplikasi IzinKu sebagai layanan satu pintu berbasis jaringan untuk memangkas waktu pelayanan.

"MPP itu bertujuan meningkatkan integritas antar daerah dalam memberikan kemudahan berusaha dan pelayanan publik, jadinya perlu diinformasikan kepada masyarakat luas tentu salah satunya lewat KIM," kata Agung.