DPAD DIY Bedah Buku Tentang Bisnis Katering

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Pustopo (tiga kanan) dan narasumber lainnya bersiap memaparkan materinya dalam kegiatan bedah buku Resep Kaya Raya dengan Bisnis Katering di Balai Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman, Jumat (22/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
22 Maret 2019 23:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY kembali menggelar bedah buku. Kali ini, kegiatan bedah buku digelar di Balai Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Jumat (22/3/2019).

Bedah buku yang berjudul Resep Kaya Raya dengan Bisnis Katering ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengelola bisnis katering, sehingga bisa sukses dan menghasilkan.

Editor buku resep kaya raya dengan bisnis katering, Eni Damayanti, mengatakan buku tersebut mengurai secara lengkap trik-trik menjalankan usaha katering, mulai dari menentukan jenis layanan, merencanakan menu, mengelola keuangan, menetapkan harga, hingga menggaet dan mempertahankan pelanggan.

Bisnis katering pasti dicari setiap orang, baik untuk memenuhi kebutuhan harian, maupun untuk menggelar acara tertentu. Oleh karena itu, peluang usaha katering harus diiringi dengan strategi taktis, agar membuahkan hasil. Buku ini, mengulas tentang, cara mengelola bisnis katering, sehingga bisa sukses dan menghasilkan,” ujar dia, Jumat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Pustopo, salah satu pemateri pada bedah buku tersebut mengatakan, dalam memulai usaha, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan oleh para pengusaha, mulai dari komitmen dalam menjalankan usaha, modal usaha, legalitas usaha, brand, dan cara promosi.

Nah kalau untuk usaha katering, sebelum memulai usaha, harus bisa membuat sesuatu rasa yang unik yang membedakan dengan katering lain, sehingga nantinya, usaha bisa berkembang dan memiliki pasar tersendiri,” kata Pustopo.

Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Widiyanto mengatakan saat ini, minat baca di masyarakat masih rendah, padahal, kata dia, minat membaca berbanding lurus dengan minat belajar. “Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dibutuhkan kerja sama dari semua pihak yaitu, penulis buku, penerbit, dan juga pemerintah,” ujar dia.

Kegiatan bedah buku ini, kata dia, merupakan salah satu upaya yang dilakukan DPAD DIY untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat. “Minat membaca merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat untuk menjadi bangsa yang maju. Dengan membaca, kualitas Sumber Daya Manusia bisa meningkat,” ujar Aris.