20 SD Bakal Miliki Fasilitas untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Ilustrasi Difabel. - JIBI
22 Maret 2019 14:15 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul segera membangun fasilitas untuk kaum difabel di 20 sekolah dasar (SD). Berdasar Peraturan Bupati (Perbup) No.12/2013 tentang Penyelenggaraan Sekolah Inklusif, semua sekolah di Gunungkidul wajib menerima peserta didik dalam kondisi apapun, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Berdasar Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, dari 474 SD yang ada, baru 100 sekolah yang mempunyai fasilitas inklusi bagi difabel.

Pengadaan fasilitas bertujuan memberikan kesempatan bagi kaum difabel untuk mengenyam bangku pendidikan. Yang paling penting adalah mewujudkan nilai antidiskriminatif dan menghargai perbedaan yang ada di dalam dunia pendidikan.

Sekolah di Gunungkidul wajib memfasilitasi kebutuhan mereka [kaum difabel],”ujar Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Sarana dan Prasarana Bidang SD Disdikpora Gunungkidul, Dalyanto, Kamis (21/3/2019).

Dikatakan Dalyanto, fasilitas yang bakal dibangun untuk penyandang disabilitas di 20 SD yaitu guiding block dan block S. Adapun anggaran yang disiapkan oleh pemerintah untuk membangun fasilitas inklusi ini adalah sebesar Rp15 juta untuk masing-masing sekolah yang bersumber dari APBD Gunungkidul.

Di sisi lain para guru dituntut mengajar anak difabel sesuai dengan kebutuhannya. Dengan begitu, tidak hanya fasilitas saja yang mendukung, tetapi sumber daya manusia (SDM) yang ada juga bersinergi mencerdaskan murid difabel. “Untuk sekolah yang memiliki siswa ABK, guru juga harus mengikuti pelatihan," ujarnya.

Sebanyak 20 SD yang bakal memiliki fasilitas untuk ABK masing-masing SD Bendungan II, Wiladeg, dan Pangkah di Kecamatan Karangmojo; SD Temuireng I, Temuireng II, dan Sawah III di Kecamatan Panggang; SD Playen V dan Dengok I di Kecamatan Playen; SD Kepek I dan Kanigoro I di Kecamatan Saptosari; SD Trengguno, Bedoyo, dan Kenteng II di Kecamatan Ponjong; SD Nglanggeran dan Belang di Kecamatan Patuk; SD Petoyan II di Kecamatan Purwosari; SD Gentungan di Kecamatan Nglipar; SD Tancep I di Kecamatan Ngawen; SD Bohol di Kecamatan Rongkop; dan SD Gunungsari di Kecamatan Semanu. Rencananya, pembangunan dimulai Mei sampai Juni 2019.