Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengungkapkan beberapa persoalan yang menyebabkan alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Perpadu (TPST) Piyungan tidak berjalan optimal.
Kepala DLHK DIY Sutarto mengatakan proses merapikan sampah di TPST saat hujan jauh berbeda dengan saat kemarau. Sampah dalam kondisi basah, menurut dia, lebih susah ditata sehingga sering kali alat berat selip.
“Jadi saat sampahnya didorong alat beratnya selip. Ini yang harus dipahami masyarakat. Apalagi sampah yang dibuang ke sana beragam jenisnya,” kata Sutarto, Selasa (26/3/2019).
Selain faktor usia, kata Sutarto, alat berat yang ada saat ini juga sering terganggu aktivitas pemulung dan ternak-ternak di lokasi TPST. Mereka menghalangi manuver alat berat untuk bergerak cepat. Meski begitu, DLHK DIY tidak bisa berbuat banyak.
“Di sisi lain kami juga diminta memfasilitasi kenyamanan pemulung. Tetapi itu bukan ranah kami, dan aturannya tidak boleh [ada ternak dan pemulung].”
Faktor lain yang mengganggu kelancaran pembuangan sampah adalah truk-truk dengan bak yang tidak otomatis. Waktu untuk bongkar muat sampah truk sampah bak manual masih lama, setidaknya membutuhkan waktu antara 20 dan 25 menit. Padahal antrean di belakangnya juga tidak sedikit.
“Kami juga minta ketaatan armada sampah milik swasta di masing-masing kabupaten dan kota. Sebab banyak armada pengangkut sampah dengan tonase sedikit, bahkan ada yang menggunakan roda tiga. Ini juga menghambat laju bongkar muat.”
Dia mengharapkan armada pengangkut sampah yang masuk ke TPST Piyungan mengantongi rekomendasi dari kabupaten dan kota. Dengan begitu seluruh armada yang masuk bisa terpantau dengan baik.
“Pembinaan armada truk ini juga harus dilakukan agar antrean kendaraan yang masuk untuk bongkar muat tidak terlalu panjang,” ujar Sutarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Industri plastik nasional tertekan produk impor China. Inaplas mencatat produksi polyethylene turun menjadi 1,8 juta ton.
UGM dan Foodbank of Indonesia mengumpulkan 47 pemuda dalam RPOM Summit 2026 untuk mengembangkan inovasi dan potensi pangan lokal.
PSIM Jogja telah menentukan pelatih baru. Guntur Cahyo Utomo menyerahkan data pemain dan analisis tim untuk mempercepat proses transisi.
Pengurus Golkar tingkat kapanewon mendesak Musda Gunungkidul segera digelar setelah tertunda hampir setahun sejak dijadwalkan pada November 2025.
Kapolda DIY Langgeng Purnomo meminta maaf atas penggunaan gas air mata dan water cannon saat pengamanan demo Sumpah Pemuda di Malioboro.