RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengungkapkan beberapa persoalan yang menyebabkan alat berat di Tempat Pembuangan Sampah Perpadu (TPST) Piyungan tidak berjalan optimal.
Kepala DLHK DIY Sutarto mengatakan proses merapikan sampah di TPST saat hujan jauh berbeda dengan saat kemarau. Sampah dalam kondisi basah, menurut dia, lebih susah ditata sehingga sering kali alat berat selip.
“Jadi saat sampahnya didorong alat beratnya selip. Ini yang harus dipahami masyarakat. Apalagi sampah yang dibuang ke sana beragam jenisnya,” kata Sutarto, Selasa (26/3/2019).
Selain faktor usia, kata Sutarto, alat berat yang ada saat ini juga sering terganggu aktivitas pemulung dan ternak-ternak di lokasi TPST. Mereka menghalangi manuver alat berat untuk bergerak cepat. Meski begitu, DLHK DIY tidak bisa berbuat banyak.
“Di sisi lain kami juga diminta memfasilitasi kenyamanan pemulung. Tetapi itu bukan ranah kami, dan aturannya tidak boleh [ada ternak dan pemulung].”
Faktor lain yang mengganggu kelancaran pembuangan sampah adalah truk-truk dengan bak yang tidak otomatis. Waktu untuk bongkar muat sampah truk sampah bak manual masih lama, setidaknya membutuhkan waktu antara 20 dan 25 menit. Padahal antrean di belakangnya juga tidak sedikit.
“Kami juga minta ketaatan armada sampah milik swasta di masing-masing kabupaten dan kota. Sebab banyak armada pengangkut sampah dengan tonase sedikit, bahkan ada yang menggunakan roda tiga. Ini juga menghambat laju bongkar muat.”
Dia mengharapkan armada pengangkut sampah yang masuk ke TPST Piyungan mengantongi rekomendasi dari kabupaten dan kota. Dengan begitu seluruh armada yang masuk bisa terpantau dengan baik.
“Pembinaan armada truk ini juga harus dilakukan agar antrean kendaraan yang masuk untuk bongkar muat tidak terlalu panjang,” ujar Sutarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.