Jalur Trans Jogja Terbaru, Cek Tarifnya di Sini
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Tumpukan sampah di TPAS Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY sudah menyiapkan solusi untuk mengakhiri persoalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Mulai Rabu (27/3/2019) besok, seluruh armada pengangkut sampah bisa beroperasi seperti sedia kala.
Kepala DLHK DIY Sutarto mengatakan langkah pertama yang ditempuh jawatannya adalah mendatangkan alat berat untuk mengatasi tumpukan sampah di TPST Piyungan. Alat berat baru didatangkan paling cepat pada Kamis (29/3/2019) dan paling lambat Jumat (30/3/2019). Alat berat anyar tersebut akan membuat jalur lintasan bagi armada agar bisa membuang sampah di dalam TPST dan tidak meluber ke luar.
“Tahun ini satu alat berat dulu. Sebab alat berat yang ada sudah lama, kalau terforsir suka macet. Tahun depan kami akan ajukan lagi karena pengadaan alat berat terbentur masalah pendanaan,” kata Sutarto saat dihubungi Harian Jogja melalui ponsel, Selasa (26/3/2019).
Sutarto mengatakan rencana perluasan TPST Piyungan masih dibahas, juga rencana penerapan teknologi yang pas untuk tempat pembuangan tersebut. Dia mengaku banyak menerima rekomendasi penerapan teknologi untuk mengelola sampah di Piyungan. Namun tidak semua rekomendasi tersebut pas diterapkan karena beberapa kasus sudah terbukti gagal.
“Ada juga rencana kerjasama pengelolaan Pemda DIY dengan swasta. Ini masih kami bahas. Mudah-mudahan tahun 2021 semuanya sudah kelar,” kata Sutarto
Yang paling penting saat ini adalah mengubah perilaku masyarakat untuk memiliah sampah sejak dari rumah. Pemilihan sampah tersebut harus dilakukan oleh masyarakat agar sampah yang dibuang ke TPST hanya berupa residu. “Sampai saat ini semua sampah yang dibuang berbagai jenis, organik dan nonorganik.”
Sementara, jalur khusus armada sampah agar terpisah dengan jalan yang biasa dilewarti warga baru bisa diusulkan tahun ini untuk diwujudkan pada 2020. Saat ini, jalut truk sampah masih sama dengan jalan perdesaan.
“Kami juga harus memperbaiki jalur drainase yang ada. Jadi jalannya nanti akan dibedakan dengan jalur warga. Walaupun sebenarnya jalur warga itu untuk armada sampah yang lewat,” kata Sutarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Bregada Jaga Malioboro Jadi Daya Tarik Wisata, Pengunjung Antusias Berfoto dan Bertanya Seputar Budaya Jogja
Program Makan Bergizi Gratis di Bantul kembali berjalan. Sekitar 100 dapur telah beroperasi, sementara 35 lainnya masih menyelesaikan persiapan.
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto