Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)./ Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Partai politik (parpol) di Gunungkidul mulai menyiapkan para saksi yang akan ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para saksi perwakilan masing-masing parpol akan memantau perhitungan suara secara langsung dan penting ketika dikemudian hari ada sengketa terkait dengan hasil perhitungan suara.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmad Ruslan Hani, mengatakan jumlah saksi yang dikirimkan setiap parpol sama jumlahnya dengan TPS yang ada di Gunungkidul. "Jumlah TPS di sini sebanyak 2.718. Setiap TPS nanti ada satu orang saksi," ujarnya, Selasa (26/3/2019).
Dia menambahkan, sebelum penghitungan suara, saksi wajib menunjukkan KTP, saksi harus menyerahkan surat dari peserta pemilu kepada KPPS dan meminta bukti tanda terima surat paling lambat satu hari sebelum pemilu, serta saksi harus memegang surat atau mandat dari parpol tertentu. "Jika tidak dapat menunjukkan surat akan dianggap menjadi saksi ilegal," kata dia.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Gunungkidul, Suparsarwo, menuturkan hingga kini pihaknya sudah menyiapkan kurang lebih 2.500 orang untuk menjadi saksi. Tentunya setiap saksi yang ditempatkan di suatu TPS mendapat upah.
"Kami berikan Rp150.000 sampai Rp200.000 per orangnya," ujarnya.
Ketua DPD Nasional Demokrat (Nasdem) Gunungkidul, Supardjo, menyatakan pentingnya saksi di tiap TPS agar pada pemilu 17 April mendatang tidak ada kecurangan yang merugikan partai manapun. Diakuinya, saksi-saksi yang akan dipilih adalah saksi yang pada pemilu 2014 sebelumnya pernah menjadi saksi di TPS.
"Beberapa ada saksi lama dan saksi baru. Untuk yang saksi baru tentunya kami berikan pembekalan teknis apa yang harus dilakukan nanti," kata Supardjo.
Saat ditanya berapa jumlah saksi yang sudah disiapkan. Dia menjawab "Sekarang sedang kami hitung," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.