Target Pajak 11 Persen, Kemenkeu Hadapi Tantangan Global
Kemenkeu kejar target tax ratio 11 persen sesuai arahan Presiden Prabowo, namun dihadang tantangan ekonomi global.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, PENGASIH--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mengingatkan agar Pemkab Kulonprogo melakukan evaluasi dan persiapan sedini mungkin terkait rencana gelaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan, Pemkab Kulonprogo harus mengambil ancang-ancang dengan melakukan evaluasi hasil dari gelaran PPDB tahun lalu. Menurutnya, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan PPDB tahun lalu yang menjadi catatan perbaikan.
"Sistem IT harus diperbaiki. Tahun lalu menggunakan sistem online tapi masih error. Sekarang itu harus diuji coba dulu jangan langsung tiba-tiba menerapkan sistem online," kata Akhid pada Selasa (26/3/2019).
Akhid mengatakan sistem online dalam PPDB haruslah disiapkan sedini mungkin. Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) haruslah mencermati lebih dalam terkait aturan dalam pelaksanaan PPDB tersebut.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi, pihak Pemkab haruslah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jangan sampai, ketika diterapkan, masih ada keluhan dari orang tua siswa karena ketidakpahaman sistem zonasi tersebut.
Sistem zonasi yang diterapkan pada tahun lalu yaitu zona satu untuk wilayah pedukuhan di sekitar sekolah dengan poin 100. Zona dua di luar pedukuhan tapi masih masuk satu kabupaten dengan poin 70, dan Zona 3 luar Kabupaten dengan poin 40.
Pada tahun lalu, berdasarkan pantauan dari DPRD Kulonprogo, masih ada pendaftar yang seharusnya masuk zona satu malah dianggap zona dua bahkan zona luar kabupaten.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sinkronisasi aturan terkait sistem zonasi PPDB. "Aturannya belum ada, karena rancangan Perbupnya masih kami sinkronisasikan dengan Kabupaten dan Kota se-DIY," ujar Sumarsana pada Selasa. (Fahmi Ahmad Burhan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Kadipaten menggelar pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendorong pertanian perkotaan.
PT Astra International Tbk (Astra) terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur sebagai sentra pelestarian Tenun Ikat khas Sumba
BMKG melaporkan fenomena haze menyelimuti Pulau Lombok. Jarak pandang sempat turun hingga 1 kilometer, sementara empat daerah di NTB berstatus waspada kekeringa
Dinkes DIY mengimbau warga mencukupi cairan dan mengurangi paparan sinar matahari di tengah cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko ISPA.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menolak usulan kenaikan gaji kepala daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas fiskal negara.