Hari Air Sedunia, 13.000 Pohon Ditanam di Bantaran Kali Oya

Bupati Bantul Suharsono saat menanam pohon bantaran Sungai Oya, tepatnya di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul dalam acara peringatan Hari Air Sedunia, Kamis (28/3/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Maret 2019 17:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul dan Kodim 0729 Bantul serta sejumlah elemen masyarakat melakukan penanaman 13.000 pohon berbagai jenis di wilayah Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Kamis (28/3/2019). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Air Sedunia yang dipusatkan di Balai Desa Sriharjo.

Penanaman ribuan pohon sebagian besar dilakukan di bantaran sungai Oya, desa setempat. Karena area tersebut rusak saat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul juga melakukan kegiatan gropyok sampah di Dusun Wunut, Sriharjo, yang menjadi lokasi banjir beberapa waktu lalu.

Selain itu kegiatan Peringatan Hari Air ini juga ada gerakan kebersihan dilaksanakan di Pasar Bantul, penilaian sekolah Adiwiyata jenjang SD, SMP, dan SMA; serta pembinaan kualitas. Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan sederet kegiatan peduli lingkungan itu dilakukan sebagai bentuk penyadaran dalam pengelolaan air yang berkelanjutan serta penyadaran pentingnya konservasi air. "Tujuan lainnya sebagai upaya mempromosikan kepada masyarakat pentingnya menjaga sumber air bagi kehidupan," kata Ari.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan proses pembangunan tidak hanya menimbulkan dampak positif namun juga negatif terhadap lingkungan salah satunya menurunnya kualitas air. Karena itu, konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi mutlak yang harus diakomodir dalam perencanaan pembangunan. “Pembangunan berwawasan lingkungan akan membawa kesejahteraan bagi umat manusia karena mampu menciptakan keseimbangan di dua sisi yakni kelanjutan pembangunan dan terjaganya kelestarian alam dan lingkungan alam dan lingkungan hidup," kata Suharsono.

Suharsono menyadari pemecahan masalah air tidak bisa diselesaikan hanya melaluui pembangunan infrastruktur seperti pengelolaan air limbah, sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sebagainya. Namun perlu partisipasi langsung masyarakat, akademisi swasta untuk ikut menjaga alam, di antaranya adalah dengan memanfaatkan air secara efesien, menghemat penggunan air, menanam pohon untuk menyiman cadangan air tanah, dan menanam rasa cinta lingkungan bagi generasi penerus.

Komandan Kodim 0729 Bantul, Letkol Didi Carsidi mengatakan bencana yang terjadi selama ini menunjukan keseimbangan alam mulai rusak. Karena itu, kata dia, perlu upaya pemulihan yang bisa dimulai dengan tidak menebah pohon sembarangan, dan membuang sampah ke kali. “Saya rasa semua upaya menjaga kelestarian lingkungan bisa dilakukan oleh semua pihak. Tak hanya pemerintah dan aparat, semua warga juga harus bersinergi,” ucap dia.