Pembangunan Tol di Jogja Ditarget Selesai 2022

Kendaraan pemudik melintasi jalan tol Solo-Ngawi di Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. - Solopos/Nicolous Irawan
29 Maret 2019 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Rencana pembangunan jalan baik Jogja-Bawen maupun Jogja-Solo mulai ada kemajuan. Proyek pembangunan kedua tol tersebut ditargetkan selesai pada 2022. Dengan syarat, seluruh proses persiapan tol selesai tahun ini.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto dan jajarannya. Pertemuan tersebut digelar di Kepatihan pada Rabu (27/3/2019) lalu.

"Istilahnya kulonuwun [permisi]. Belum membahas lebih detail termasuk soal penentuan lokasi [penlok]. Kami akan terus melakukan pertemuan-pertemuan," katanya di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).

Dia menjelaskan, sampai saat ini baik Pemda maupun Pusat belum menyepakati dan menentukan trase tol dari Solo ke Jogja. Kondisi tersebut berbeda dengan trase tol Jogja-Bawen yang disepakati melewati selokan Mataram. "Untuk trase tol dari Solo yang masuk ke Jogja masih belum dibahas. Masih perlu kesepahaman. Yang jelas, Pemda mengutamakan trase yang tidak merugikan masyarakat, ekonomi masyarakat tidak terganggu," katanya.

Hanya saja, dia menjelaskan jika tipe tol yang masuk di wilayah DIY (Jogja-Solo) kombinasi. Ada yang melayang dan ada juga yang di bawah. Kondisi tersebut akan menyesuaikan dengan wilayah yang akan dilalui. Gatot belum bisa memastikan trase tersebut karena masih akan dibahas. Meski begitu, Pemda tetap akan memerhatikan keberadaan situs-situs yang ada di wilayah DIY.

"Tugas kami memastikan trasenya dulu. Daerah punya kewenangan itu. Jangan sampai seperti kasus di Malang, trase dipertimbangkan soal itu juga [situs-situs]," katanya.

Usai bertemu Sultan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan pembangunan kedua jalan tol di Jogja direncanakan selesai paling lambat tahun 2022. Pengerjaan jalan tol tersebut harus melewati serangkaian proses lebih dulu.

“Kami akan ajukan PPJT lebih dulu. Bila disetujui berlanjut ke DPPT dan penetapan lokasi (penlok). Dari sana, Kantor Gubernur akan menerbitkan Penlok, selanjutnya akan dilakukan proses pengadaan atau pembebasan lahan," paparnya.

Adapun untuk konstruksi dimulai, katanya, akan dilakukan sambil lalu laiknya pengerjaan tol Jakarta-Surabaya. Misal terbuka lahan tiga kilometer, Binamarga akan langsung bekerja.

Menurut Sugiyartanto, persoalan konstruksi bisa direncanakan dan diperkirakan. "Cepat lambatnya proses pengerjaan tol ini tergantung dari kecepatan pengadaan atau pembebasan lahan. Jika lahan makin cepat, maka konstruksi nantinya juga semakin cepat. Kuncinya di situ. Pokoknya kami lakukan yang terbaik tak hanya untuk pusat, tapi juga daerah,” ujarnya.

Pembangunan kedua jalan tol tersebut akan menghubungkan wilayah Jogja dengan Solo dan Jogja dengan Semarang. Sebab saat ini kondisi jalan nasional yang ada di Jogja sudah tidak bisa memenuhi atau menampung volume kendaraan. Keberadaan tol di DIY, katanya, diharapkan bisa meningkatkan potensi ekonomi lokal.

“Ngarsa Dalem [Sri Sultan HB X] juga telah mendukung itu semua. Tol ini memang diperlukan, karena selain meningkatkan ekonomi lokal, bisa juga sebagai tempat peristirahatan. DIY kan sudah dikenal luas sebagai kota wisata dan kota pendidikan, yang saling bersinggungan. Sebut saja Borobudur, Prambanan, Imogiri, dan segala potensi pantai. Semua itu akan coba kita gabungkan aksesnya,” kata Sugiyartanto.