Panen Raya, Harga Gabah di Sleman Turun

Salah seorang petani di Desa Sidoarum, Kecamatan Godean saat memanen padi, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
30 Maret 2019 13:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Petani di Sleman mengeluhkan harga gabah yang turun pada Maret ini. Salah satu penyebabnya adalah panen raya yang terjadi di sejumlah wilayah.

Salah seorang petani di Dusun Tinom, Desa Sidoarum, Godean, Sakiman, mengatakan turunnya harga gabah, erat kaitannya dengan banyaknya stok gabah seiring masa panen raya.

“Februari lalu, harga gabah kering masih sekitar Rp5.500 perkilonya [per kilogram], sekarang sekitar Rp4.500, sedangkan gabah basah, biasanya Rp5.000 perkilonya, sekarang sekitar Rp4.000,” ujar Sakiman, Jumat (29/3/2019).

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mengakui memang ada penurunan harga gabah di Sleman, namun menurutnya, penurunan tersebut tidak akan menyentuh harga dibawah Rp4.000.

“Kan karena panen di sejumlah wilayah, jadi barang berlimpah, namun saya yakin karena produksi beras Sleman itu bagus, pasti harga masih diatas Rp4.000,” kata Rofiq.

Menurut Rofiq, dengan harga sekitar Rp4.000, masih menguntungkan para petani, sebab, dua tahun lalu, di wilayah Sleman harga gabah pernah menyentuh Rp3.200 perkilogram yang menyebabkan para petani merugi.

“Kalau harga dibawah Rp3.700, juga sudah ada kebijakan Serap Gabah Petani oleh Kementan bekerja sama dengan TNI AD dan Bulog untuk membeli seharga Rp3.700 perkilonya,” ujar dia.

Agar harga gabah stabil, Rofiq mengatakan, pihaknya mendorong para petani untuk melaksanakan budidaya tanaman terpadu mulai dari menyiapkan bibit, penggunaaan pupuk, dan pengendalian hama hingga saat panen.

“Kami juga tidak lepas tangan, untuk membantu petani, kami sudah menyediakan sekolah lapang tahun ini. Ada 98 paket sekolah lapang tersebar di Sleman,” tutup Rofiq.