Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Ilustrasi UNBK/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ribuan siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat di DIY mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Senin (1/4). Di Kabupaten Kulonprogo, ujian diikuti 16 SMA sederajat. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya harus menumpang ke sekolah lain.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kulonprogo, Henri Tatik Widayati, mengatakan empat sekolah terpaksa tidak bisa menyelenggarakan UNBK mandiri karena terkendala sarana prasarana. Selain itu terdapat sekolah yang jumlah siswanya tidak memenuhi syarat sehingga harus menumpang di sekolah lain.
"Salah satunya SMA Bopkri Wates. Mereka harus numpang karena terkendala sarana prasarana. Beberapa sekolah lain ada yang menumpang karena jumlah siswanya sedikit," kata Henri saat dikonfirmasi Harian Jogja melalui sambungan telepon, Minggu (31/3/2019).
Meski begitu, Henri optimistis kendala tidak jadi batu penghalang untuk berhasil dalam UNBK. Dia berharap ujian tahun ini mampu memperoleh hasil maksimal dan memperbaiki peringkat Kulonprogo yang tahun lalu berada di rangking empat dari seluruh kabupaten/ kota di DIY. "Kami mengoptimalkan latihan ujian, semoga tahun ini sekitar 1.500 peserta ujian bisa mengerjakan dengan maksimal sehingga rangking Kulonprogo bisa naik," ujarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Pengasih, Ambar Gunawan, memastikan sekolahnya siap menggelar UNBK secara mandiri. Sebanyak 200 siswa di sekolah tersebut juga dipastikan siap mengerjakan ujian. "Kami sudah mengikuti simulasi latihan ujian, para siswa juga dibekali dengan pelatihan mental dari ahlinya," kata Ambar.
Kesiapan menghadapi UNBK juga dilakukan MAN 2 Wates. Humas MAN 2 Wates, Amir Ma\'ruf, mengatakan jajarannya menyediakan satu genset dan jaringan internet khusus untuk UNBK. Dia berharap dalam UNBK tahun ini tidak ada kendala kelistrikan seperti tahun lalu. Pada 2018, daya listrik di MAN 2 Wates sempat turun saat ujian berlangsung. "Kami harap hal serupa tak terulang," kata Amir.
Di Kabupaten Sleman, SMA Negeri I Pakem, Sleman siap menggelar ujian dalam dua sesi. Kepala SMA Negeri Pakem, Kristya Mintarja, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan segala aspek menjelang pelaksanaan UNBK. "Kami menyiapkan genset agar tidak berisiko," kata Kristya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Minggu.
Kristya mengatakan jumlah komputer di SMAN I Pakem mencapai 90 unit. "Untuk dua sesi ada tiga server ditambah satu cadangan, tiga ruang komputer," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.