11.000 Penerima Bansos Dicoret karena Judi Online
Mensos Gus Ipul menyebut lebih dari 11.000 penerima bansos dicoret karena terindikasi terlibat judi online pada 2026.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Kesehatan Kulonprogo melakukan tes sukarela HIV dengan menjangkau beberapa titik rawan HIV. Dinkes Kulonprogo memperluas jangkauannya salah satunya pada titik penambangan pasir.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Kulonprogo, Wilis Prasetyo mengatakan jangkauan pengecekan HIV dari Dinkes Kulonprogo tidak lagi sebatas di tempat-tempat hiburan, kafe-kafe atau Alun-Alun Wates saja. Kini bahkan, area jangkauan sampai pada penambangan pasir.
Penambangan pasir dianggap menjadi titik rawan HIV, karena ditakutkan ada aktifitas yang menimbulkan terjadinya penularan HIV. "Tahun lalu juga kami antisipasi khususnya tempat mangkal penambang pasir di Kulonprogo," ujar Wilis pada Jumat (29/3/2019).
Namun menurutnya, tes sukarela yang menjangkau beberapa lokasi atau hot spot HIV itu tidak untuk memberikan stigma negatif pada lokasi tersebut. "Hanya sebatas antisipasi," ujar Wilis.
Setidaknya, dalam setahun pihak Dinkes Kulonprogo menjangkau 10 titik untuk dilakukannya tes sukarela. Selain itu, dilakukan juga upaya pendampingan pada kelompok beresiko.
"Di titik itu kita lakukan tes sukarela dan konsultasi. Kurang lebih 10 titik dalam setahun. Kami juga lakukan pendampingan pada kelompok beresiko seperti waria, dan penghuni Lapas," ujarnya.
Menurutnya, yang juga perlu dikhawatirkan yaitu munculnya HIV pada kelompok beresiko ibu rumah tangga. "Makanya, kami juga lakukan screening pada ibu hamil, supaya nanti ketika HIV tidak menularkan pada anaknya," ungkap Baning. Ia mengatakan, seluruh ibu hamil yang dilakukan screening di Kulonprogo negatif HIV.
Berdasarkan data dari Dinkes Kulonprogo, kasus HIV yang ditemukan di Kulonprogo mengalami peningkatan. Pada 2017 ada 30 orang yang terkena HIV, 10 orangnya sudah masuk AIDS. Jumlah itu meningkat di 2018 menjadi 47 orang yang terkena HIV dengan 11 orangnya sudah masuk AIDS.
Menurut Baning, dari data temuan HIV tersebut, masih banyak kasus HIV yang belum ditemukan. "Ada sekitar 450 orang penderita HIV, yang berhasil ditemukan itu baru 10 sampai 15 persen saja," pungkas Baning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Media sosial berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental anak. Kenali risikonya dan cara orang tua mendampingi anak di ruang digital.
Mikrodrama makin populer dan mulai dilirik Hollywood. Durasi pendek membuat format ini mampu menarik penonton sekaligus menjadi bisnis besar.
Saham BYD anjlok hampir 5% setelah kinerja semester I 2026 tertekan. Simak pendapatan, laba, ekspor, dan proyeksi BYD.
Harga BBM Pertamina 1 September 2026 berubah. Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex naik, sementara Pertamax tetap.
Jadwal Indonesia Masters 2026 hari ini, Selasa 1 September, menampilkan puluhan wakil Indonesia di Court 1 hingga Court 4.