Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Suasana di kompleks Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Selasa (26/2/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul kembali mendapatkan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rencananya alokasi ini digunakan untuk pembangunan ulang Pasar Karangijo di Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan kepastian untuk dana TP diperoleh saat rapat koordinasi dengan Kemendag pada Jumat (5/4). Dalam rapat diputuskan Pemkab Gunungkidul mendapatkan anggaran Rp4 miliar yang digunakan untuk revitalisasi pasar tradisional. Rencananya, dana ini digunakan untuk membangun ulang Pasar Karangijo di Desa Ponjong. “Sudah positif tahun ini kembali mendapatkan dana TP dari Kemendag,” kata Johan kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).
Menurut dia, dana TP yang diberikan tahun ini lebih kecil dibandingkan pagu anggaran di 2018 yang mencapai Rp6 miliar. Meski demikian, Johan tidak mempermasalahkan karena anggaran disesuaikan dengan alokasi di Pemerintah Pusat. “Pembangunannya kami sesuaikan dengan pagu anggaran yang diberikan,” ujar mantan Camat Ponjong ini.
Dijelaskan Johan, pemberian tugas pembantuan dari Kemendag bukan hal yang baru. Pasalnya sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Gunungkidul sudah rutin mengakses dana ini untuk pembanguan pasar di Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo; Pasar Trowono di Kecamatan Paliyan dan Pasar Legundi di Kecamatan Panggang.
“Program revitalisasi sangat penting untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional di tengah-tengah persaingan dengan keberadan pasar modern. Harapannya dengan pembangunan ulang dapat menciptakan kondisi pasar yang bersih, rapi sehingga bisa memberikan rasa nyaman baik kepada pengunjung maupun pembeli,” kata Johan.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan. Menurut dia, Pemkab konsisten dalam upaya revitalisasi pasar tradisional di Gunungkidul karena setiap tahun terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan.
Tahun ini Pemkab merencanakan pembangunan di Pasar Jimbaran, Ponjong dan Pasar Playen. Untuk Pasar Jimbaran dibangun menggunakan dana alokasi khusus sebesar Rp800 juta. Untuk Pasar Playen mendapatkan alokasi Rp4,4 miliar yang bersumber dari DAK dan APBD 2019. “Jumlah ini belum termasuk alokasi dari dana TP yang digunakan untuk membangun Pasar Karangijo di Ponjong,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.